Banyuwangi, DemokrasiNews.com - Mengantisipasi berkembangnya jaringan
radikalisme Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Kabupaten
Banyuwangi, Polres Banyuwangi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Banyuwangi dan Dinas Pendidikan (Dispendik) menggelar sosialisasi bahaya
ISIS ke sekolah-sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada
seluruh sekolah tingkat SMP, SMA dan sederajat di 24 kecamatan di
Banyuwangi.
Kapolres Banyuwangi AKBP Tri Bisono Sumiharso menjabarkan, sekolah dijadikan sasaran sosialisasi karena usia remaja berpotensi menjadi sasaran empuk bagi penyebaran gerakan radikalisme ISIS, separatisme, komunisme dan lainnya.
"Anak-anak muda terdidik pun masih mudah terpengaruh, jadi kami perlu antisipasi dan waspadai," kata Tri Bisono kepada wartawan usai menjadi pembina upacara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi, Senin (11/8/2014).
Kegiatan ini, sambung Tri Bisono, tak hanya gerudukan ke sekolah-sekolah saja. Aksi ini juga sebagai bentuk sinergitas tiga pilar yang menyebar di pondok pesantren dan rumah ibadah. Pasalnya upaya menciptakan keamanan, kenyamanan dan menjaga kondusifitas daerah tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada aparat keamanan. Perlu ada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Melibatkan semua anggota polri melalui bhabinkamtibnas yang menyebar di seluruh pelosok. Namun, keterlibatan masyarakat sangat penting sebab yang paling mengerti wilayahnya adalah mereka sendiri," imbuhnya.
Sementara itu, Ayu Lastri siswi MAN mengatakan, kegiatan yang digelar pagi ini di sekolahnya dinilai penting dan sangat bermanfaat. Tak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahaya ISIS dan gerakan radikal serupa, namun juga memberikan wawasan agar selalu peduli terhadap kondusifitas kotanya.
"Pasti sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih mengerti bahaya ISIS. Lebih sering saja ada acara seperti ini, jadi juga bisa mendekatkan fungsi polri ke masyarakat yang mengayomi dan melindungi," tuturnya.
Sumber: detik.com










0 komentar:
Posting Komentar