Jakarta, DemokrasiNews.com - Jelang putusan MK, 427 personel gabungan dari TNI dan Polri ikut mengamankan kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta Pusat. Personel tersebut berasal dari berbagai satuan, yakni Brimob, Sabhara, Intelkam dan Reserse Kriminal.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak tahu kantornya dijaga ketat petugas.
"Enggak tau saya. Prinsip Kapolri semua gedung-gedung objek vital di ring 1 diamankan," ujar Ahok di Balai kota, Jakarta, Kamis (21/8).
Tak hanya Balai Kota, pengamanan untuk gubernur DKI dan wakil gubernur DKI juga diperketat. Biasanya, Jokowi dan Ahok hanya dijaga satu tim pengamanan dengan 5 ajudan, hari ini menjadi dua tim.
Tapi buat Ahok, pengamanan yang dia dapat biasa saja dan tidak terkesan terlalu ketat.
"Enggak ada tuh, kita biasa aja. Imbauan enggak rusak taman, dll? Mana bisa diimbau orang-orang kayak begitu. Saya mana tau," kata dia.
Seperti diketahui, ketatnya pengamanannya tersebut dikarenakan adanya sidang putusan perselisihan hasil pemilu umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), kamis (21/8).
Sumber: M.com










0 komentar:
Posting Komentar