Malang, DemokrasiNews.com - Wali Kota Malang,
Jawa Timur, Moch Anton, segera mengumpulkan guru agama di wilayah itu
untuk menyosialisasikan pencegahan terhadap masuknya jaringan dan paham
(Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan
Suriah di daerah itu.
"Kemungkinan Kamis (14/8), saya akan kumpulkan para guru agama di
daerah ini. Saya akan memaparkan bagaimana dampak paham ISIS dan
bagaimana kondisi di Kota Malang saat ini, setelah munculnya paham
tersebut," katanya setelah memberikan sambutan pada halalbihalal di
Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Minggu (10/8).
Pertemuan dengan guru-guru agama tersebut, katanya, untuk memberikan
pemahaman terkini terkait ISIS, sebab dengan adanya pertemuan itu nanti
diharapkan guru bersangkutan menyampaikan dengan benar terkait ISIS,
termasuk paham-paham lain yang bertentangan dengan agama dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada siswa.
Dengan demikian, lanjutnya, siswa tidak mudah disusupi dan
dipengaruhi oleh paham-paham dan aktivitas apapun yang mengancam
kesatuan NKRI, seperti ISIS, sebab mereka (siswa) merupakan kader bangsa
yang harus dijaga dan diberi pemahaman yang benar agar tidak sampai
terjerumus dalam jaringan tersebut.
Selain memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan ISIS, kata Anton,
para guru agama ini juga akan diperkuat pemahaman terkait wawasan
kebangsaan dan kesatuan, karena itu dalam pertemuan tersebut, juga akan
mengundang jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan tokoh-tokoh
agama di Kota Malang.
Rencananya, pertemuan tersebut bakal digelar di aula SMA Tugu.
Pertemuan ini wajib diikuti oleh ratusan guru agama dari jenjang SD
hingga SMA/SMK, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
"Kami juga tak ingin kecolongan, kalau paham ini masuk melalui
guru-guru agama, lalu terjadi salah kaprah di kalangan pelajar,
bagaimana?" tegasnya.
Terkait adanya warga Kota Malang yang bergabung dengan ISIS, Anton
belum bisa memastikan. Yang jelas, saat ini pemerintah harus turun
tangan untuk menangkal masuknya paham tersebut melalui berbagai jenis
sosialisasi di semua kalangan.
"Tujuan saya mengumpulkan seluruh guru agama ini, salah satunya untuk
mencegah dan menangkal agar paham dan aktivitas ISIS ini tidak sampai
masuk, apalagi sampai meluas di Kota Malang," tandasnya.
Sebelumnya aktivitas ISIS diduga telah masuk di wilayah Kabupaten
Malang, yakni di Masjid Sulaiman yang berlokasi di Desa Gading Kulon,
Kecamatan Dau.
Namun, setelah dikonfirmasi dan dilakukan pemanggilan terhadap
pengurus masjid, ternyata hanya pertemuan jamaah biasa dan tidak
berkaitan dengan aktivitas ISIS.
Sumber: Beritasatu.com










0 komentar:
Posting Komentar