Jakarta, DemokrasiNews.com - Menteri BUMN
Dahlan Iskan meyakini bisnis properti perusahaan milik negara bisa
menyaingi pengembang terbesar di sektor properti Agung Podomoro, asalkan
pengelolaanya profesional dalam satu anak perusahaan.
"Aset-aset BUMN berupa tanah yang menganggur jika dikelola dan
dijadikan bisnis properti akan sangat produktif, bahkan mengalahkan
Agung Podomoro pengembang terbesar di Indonesia," kata Dahlan, usai
menggelar Halal Bihalal dengan sekitar 300 direksi dan komisaris BUMN,
di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (4/8).
Menurut Dahlan, saat ini sejumlah BUMN mulai menggeluti bisnis properti menyusul banyaknya aset yang tidak produktif.
"Saya banyak menandatangani persetujuan pembentukan anak usaha BUMN
yang ekspansi ke sektor properti. Ini ide yang betul-betul bagus," kata
Dahlan.
Ia menambahkan, maraknya BUMN mengelola properti sejalan dengan kebijakan untuk menyelamatkan aset-aset perusahaan.
Menurut catatan, sejumlah BUMN yang sudah merealisasikan masuk bisnis
properti seperti PT Pos Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT
Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Telkom, termasuk BUMN Karya seperti PT
Adhi Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, dan Hutama Karya.
Korporasi tersebut memiliki aset yang berlokasi di areal strategis namun belum dimanfaatkan.
"Aset-aset tanah tersebut jika dibiarkan justru menjadi beban
perusahaan karena harus bayar pajak bumi dan bangunan, bayar biaya
penjagaan, bahkan bisa dijarah oleh orang lain," tegas Dahlan.
Untuk itu ujarnya, BUMN yang memiliki aset berupa tanah dapat
menjalin kerja sama dengan BUMN Karya maupun BUMN lainnya untuk
mengembangkan properti.
"Tidak perlu kerja sama dengan swasta, kecuali sangat khusus. Tidak
mudah juga kerja sama dengan sesama BUMN, tapi setiap perjanjian harus
dilakukan 'clean and clear' agar transparan," ujarnya.
Sumber: Beritasatu.com/FER










0 komentar:
Posting Komentar