![]() |
| Presiden & Wakil Presiden RI Terpilih |
JAKARTA, DemokrasiNews.com
Kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla menilai paham radikal dapat ditangani
melalui perbaikan sistem pendidikan. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Jokowi-JK Abdul Kadir Karding.
Menurut Karding, pendidikan adalah pondasi utama pembentukan mental manusia.
"Revolusi mental yang menjadi konsepsi Pak Jokowi akan menjadi jalan
meredam paham radikal yang masuk ke Indonesia," kata Karding, Minggu
(3/8/2014).
Karding mengatakan paham radikal dapat dipengaruhi kondisi ekonomi
yang tidak menentu serta pemahaman agama oleh masyarakat. Hal itu
membuat Indonesia seringkali menjadi sasaran masuknya paham radikal dari
negara-negara asing.
"Kebanyakan yang menjadi korban paham radikal adalah mereka yang
kesejahteraannya rendah dan paham keagamaannya lemah," ujar Anggota
Komisi X itu.
Karding mengungkapkan Jokowi-JK
akan membangun sistem pendidikan yang memprioritaskan pembentukan
karakter. Dimana pendidikan tidak hanya menjadi jalan penyaluran ilmu
pengetahuan duniawi, tapi juga penanaman nilai-nilai keagamaan,
kebangsaan, dan budi pekerti.
"Revolusi mental itu pendidikan yang dikembangkan dengan memuat nilai keagamaan moderat, inklusif, dan toleran," kata Karding.
Ia juga memastikan Jokowi-JK akan melibatkan dunia pesantren dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil'alamin. Karding menyatakan Jokowi-JK menyadari betul peran penting pondok pesantren dalam membentuk masyarakat Islam Indonesia yang damai dan toleran.
"Pondok pesantren di Indonesia mengajarkan Islam yang moderat dan rahmatan lil'alamin. Ini yang akan diperkuat," ungkapnya.
Selain itu, Karding menyatakan kepemimpinan Jokowi-JK yang melayani dan mengayomi akan membuat masyarakat tidak mudah menerima paham radikal yang sarat kekerasan.
"Perlu contoh pemimpin yang tidak keras tapi mengayomi dan melayani," tuturnya.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TRIBUNNEWS.COM










0 komentar:
Posting Komentar