JAKARTA, DemokrasiNews.com - Presiden Terpilih Joko
Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya mencoba mobil Mercedes Benz B 1190
RFS warna hitam yang disediakan Sekretariat Negara, Sabtu (23/8/2014)
kemarin. Selain itu, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga sudah
mulai mengikuti semua aktivitas pria yang saat ini masih menjabat
Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Saya akan melihat. Ini kan masih nyoba, apa masih memungkinkan
misalnya pakai Kijang, saya nggak ngerti," ujar Jokowi ketika ditemui di
Hotel Whiiz, Kelapa Gading, Jakarta.
Diakui Mercedes tersebut merupakan mobil antipeluru. "Standarnya kan
harus antipeluru. Namun saya nyaman pakai apa saja. Mau pakai becak
nyaman, pakai Bajaj juga nyaman. Pakai Kijang nyaman, pakai Mercy
nyaman," kata Jokowi ketika ditanya lebih nyaman mana menumpang Toyota
Innova dengan Mercedes.
Biasanya Jokowi menggunakan Toyota Kijang Innova berwarna hitam B
1124 BH. Namun ketika Jokowi menghadiri acara di Hotel Whiiz di Kelapa
Gading, Jakarta, mobil Innova itu tetap terparkir di rumah dinas
Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta.
Sekilas mobil Mercedes Benz yang digunakan Jokowi mirip mobil dinas
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika diparkir di Hotel Whiiz,
mobil tersebut dijaga ketat personel paspampres. Jokowi mengaku saat
ini dirinya mendapat pengawalan kategori minimum dari paspampres.
"Tadi malam (Jumat malam) kami simpulkan, sudah kami hitung, mobil rombongan berapa," ujar Jokowi.
Meski masuk dalam kategori minimum, pengamanan tetap sesuai stadart
operational procedure (SOP). "Saya sampaikan, saya ingin yang paling
simpel, yang paling kecil tetapi tetap pada standar keamanan yang ada.
Hitung-hitung ketemu tujuh mobil," tambahnya.
Setelah dilantik sebagai presiden, 20 Oktober 2014, Jokowi tetap
menginginkan komposisi pengamanan minimum. "Tetap.Itu yang saya hitung
tadi malam. Kurang lebih seperti itu," kata mantan Wali Kota Surakarta
ini.
Pengamanan minimum supaya bisa tetap berinteraksi dengan masyarakat.
"Saya tidak ingin terjadi jarak antara saya dan masyarakat. Paspampres
sudah ngerti. Mereka bilang, bisa Pak, ndak apa-apa Pak, yang paling
penting beritahukan kepada kami. Terus saya bilang, kalau mendadak,
spontan bagaimana? Mereka bilang ndak apa-apa Pak," kata Jokowi.
Sumber: TN.com










0 komentar:
Posting Komentar