Vatikan, DemokrasiNews.com - Paus Fransiskus kemarin menyatakan mendukung adanya
aksi militer di Irak untuk menghentikan penganiayaan berdarah terhadap
ribuan warga Kristen oleh kelompok militan Islam.
Dalam intervensi dramatis, Paus Fransiskus mengatakan kekuatan militer bisa dibenarkan untuk menghadapi para ekstremis dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam rangka melawan agresi dari mereka yang semena-mena, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (19/8).
Paus asal Argentina itu juga mengungkapkan dirinya sedang mempertimbangkan untuk membuat kunjungan luar biasa ke Irak utara buat menunjukkan rasa solidaritas terhadap warga Nasrani yang dibunuh, diperkosa dan diusir dari rumah mereka oleh para teroris yang telah menguasai sebagian besar wilayah Irak.
Para pemimpin gereja telah mengkritik respons lambat dari Barat terhadap penganiayaan warga Kristen di Irak dan bagian lain di Timur Tengah.
Tapi Paus kemarin malam pergi lebih jauh dan memberikan dukungan bersyarat untuk adanya penggunaan kekuatan militer buat menghentikan pergerakan dari kelompok Negara Islam (IS), dulu ISIS.
Saat berbicara kepada para wartawan ketika kembali dari perjalanannya ke Korea Selatan, Paus Fransiskus mengindikasikan dia akan lebih memilih aksi militer juga harus didukung oleh PBB.
Ketika ditanya apakah dia menyetujui tindakan Amerika terhadap para militan, Paus berkata: "Dalam kasus ini, di mana ada agresi yang tidak adil, saya hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah sah untuk menghentikan penyerang yang tidak adil".
"Saya menekankan kata kerja 'berhenti'. Saya tidak mengatakan 'bom' atau 'berperang', tapi hanya berhenti. Dan cara yang dapat digunakan untuk menghentikan mereka harus dievaluasi," ucap Paus.
Paus juga mengatakan dia dan para penasihatnya sedang mempertimbangkan apakah dia mungkin akan pergi ke Irak utara sendiri untuk menunjukkan solidaritas dengan orang-orang Kristen yang dianiaya di sana.
Sumber: M.com










0 komentar:
Posting Komentar