Serang, DemokrasiNews.com - Organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh masyarakat
Banten mendeklarasikan Banten bebas ISIS, di Masjid Agung Ats-Tsauroh,
Kota Serang, Jumat (15/8). Deklarasi tersebut sebagai sikap penolakan
paham ISIS yang belakangan dikabarkan telah masuk wilayah Banten.
Hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno, Kapolda Banten Brigjen Pol M Zulkarnain, Danrem 064 Maulana Yusuf, serta para tokoh masyarakat Banten.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten Romli, mengatakan pihaknya sudah mempelajari dengan seksama dan telah menghasilkan kesimpulan bahwa ISIS telah menyimpang dari ajaran Islam.
"Tindakan kekerasan dengan mendorong pada aksi pemberontakan dengan menyerang negara lain itu tidak dibenarkan," katanya, saat menghadiri acara deklarasi.
Mengenai fatwa MUI terkait ISIS, Romli menegaskan ISIS diharamkan. "Fatwa itu dibutuhkan ketika sesuatu itu subhat atau remang. Kalau jelas begini sebenarnya gak usah ada fatwa," tegasnya.
Romli juga menyarankan agar masyarakat Banten belajar Islam kepada guru agama yang benar dan mengerti. "Jangan belajar pada yang tidak mengerti apalagi yang akan menyesatkan. Bunuh diri dengan janji sorga dan bidadari itu tidak benar. Islam tidak membenarkan bunuh diri dengan tujuan seperti itu," ujarnya.
Sumber: M.com










0 komentar:
Posting Komentar