BEKASI, DemokrasiNews.com - Masjid Raya Muhammad Ramadhan yang berada di kantor kecamatan Bekasi Selatan mulai dibanjiri jamaah usai deklarasi ISIS pada Rabu (20/8/2014) lalu. Padahal, sebelumnya masjid itu sepi.
Informasi yang dihimpun Tribun, masjid mulai ramai setelah jamaah
dari luar lingkungan masjid menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti
bedah buku. Bahkan, setelah deklarasi ISIS berlangsung, polisi mengawasi ketat jamaah masjid. Polisi pun mengambilalih masjid.
Saat pengambilan alih masjid, sempat terjadi tembakan peringatan.
Sebabnya, jamaah masjid yang ditengarai beraliran keras menolak.
Padahal, pengambilalihan masjid atas kehendak warga setempat dan Wali
Kota Bekasi dan Camat Bekasi Selatan.
Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, DKM Masjid Raya Muhammad
Ramadhan, Haji Suratman mengatakan, kini warga sudah bisa menggunakan
masjid. Berbeda dari biasanya, warga pun berbondong-bondong pergi ke
masjid.
"Pokoknya masjid ini sudah bebas dari aliran radikal. Dulu masjid ini
sepi dan warga takut datang. Sekarang tidak lagi, saat sholat jumat,
banyak warga yang kesini," kata Haji Suratman, Minggu (24/8/2014).
Sumber: TN,com










0 komentar:
Posting Komentar