BEKASI, DemokrasiNews.com – Wabah gerakan Islamic State of Irak
and Syiria (ISIS) atau paham pengikut Negara Islam Irak dan Suriah,
ternyata terjadi Kota Bekasi.
Disinyalir, pengikut paham yang sempat disebut mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, tidak sedikit keberadaaan anggota ISIS di wilayah Bekasi yang telah mengikuti pembaiatan (ikrar).
Bahkan, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota Ajudan Komisaris Polisi (AKP) Siswo memastikan ada 50 warga Bekasi yang telah berikrar untuk mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka tergabung dalam kelompok bernama Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin oleh Syamsudin Uba.
Bahkan, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota Ajudan Komisaris Polisi (AKP) Siswo memastikan ada 50 warga Bekasi yang telah berikrar untuk mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka tergabung dalam kelompok bernama Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin oleh Syamsudin Uba.
“Benar, memang ada sekelompok jamaah yang sudah direkrut ke ISIS.
Jumlahnya 50 orang,” ujar Siswo di Mapolresta Bekasi Kota, Selasa (5/8).
Siswo menceritakan, pada Minggu, 3 Agustus 2014 lalu telah
berlangsung ikrar mendukung ISIS di Masjid Muhajirin, Pekayon Jaya,
Bekasi Selatan. Ikrar tersebut dilakukan oleh Jama’ah Anshorut Tauhid
(JAT) dengan pimpinan bernama Syamsudin Uba. Saat mereka melakukan ikrar
tersebut, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman
Masjid Muhajirin.
Setelah melakukan ikrar, jama’ah tersebut menamakan kelompok mereka
dengan nama Khilafah Ibrahim. Menurut Siswo, kelompok tersebut
menyatakan bahwa JAT dan Khilafah Ibrahim masuk ke dalam organisasi
ISIS. Mereka juga mendukung segala kegiatan ISIS.
Saat ini, kelima puluh jama’ah dan juga pimpinannya, Syamsudin Uba,
sedang dalam pengawasan polisi. Mereka tidak ditahan. Namun, polisi
mengawasi segala bentuk pergerakan mereka.
Dijelaskan AKP Siswo, pengikut ISIS di Bekasi berkaitan dengan
jama’ah yang tergusur dari Masjid Muhammad Ramadhan yang berlokasi
Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan. Masjid Muhammad Ramadhan
sendiri merupakan Masjid yang saat ini sudah diambil alih oleh
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi beberapa waktu lalu.
“Jama’ah yang ikut dalam ikrar mendukung ISIS merupakan anggota
Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) yang telah tergusur dari Masjid Muhammad
Ramadhan,” ujarnya.
Siswo mengatakan ketika melakukan ikrar dukungan terhadap ISIS di
Masjid Muhajirin, para anggota JAT juga sedang merencanakan untuk
merebut kembali kepengurusan Masjid Muhammad Ramadhan yang hanya
berjarak 500 meter dari Masjid Muhajirin. Semua aktivitas mereka
tersebut dilakukan secara diam-diam. Hal ini agar tidak terdeteksi oleh
polisi.
Sebelumnya, Warga Pekayon, Bekasi, resah dengan kegiatan kajian agama
yang sering diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan. Pengurus Masjid
Muhammad Ramadhan, Dahlan, mengatakan warga menganggap kajian agama yang
dilakukan oleh bukan warga sekitar itu ekstrem.
“Kajian di masjid ini memang berbeda, tema-tema luas soal konflik
agama di luar. Abu Bakar Ba’asyir sebelum ditangkap, dulu sering
memimpin kajian itu. Nah, mungkin karena itu ada anggapan negatif soal
masjid ini. Puncaknya warga protes,” ujar Dahlan ditemui di halaman
masjid, Rabu (4/8).
Pemerintah Kota Bekasi mengambil alih kepengurusan dan kepemilikan
masjid. Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan
tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan
tanah fasum dan fasos milik Pemerintah Kota Bekasi. Kedua, karena adanya
keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di Masjid
tersebut. Abi juga mengatakan, pengambilalihan ini memiliki dampak yang
baik bagi warga karena masjid akhirnya dapat digunakan bersama-sama oleh
seluruh warga.
Jama’ah yang awalnya melakukan kajian-kajian agama di Masjid Muhammad Ramadhan itu kini berpindah ke Masjid Muhajirin.
Sekedar diketahui, Minggu, 3 Agustus 2014 lalu telah berlangsung ikrar mendukung ISIS di Masjid Muhajirin, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Ikrar tersebut dilakukan oleh Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) dengan pimpinan bernama Syamsudin Uba. Saat mereka melakukan ikrar tersebut, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman Masjid Muhajirin.
Setelah melakukan ikrar, jama’ah tersebut menamakan kelompok mereka dengan nama Khilafah Ibrahim. Kelompok tersebut menyatakan bahwa JAT dan Khilafah Ibrahim masuk ke dalam organisasi ISIS. Mereka juga mendukung segala kegiatan ISIS.(NDI)
Sumber: Bekasiekspresnews.co.id










0 komentar:
Posting Komentar