DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Panglima TNI: Perangi ISIS dengan "SUMUK"

Written By admin on Sabtu, 06 September 2014 | 15.49



Malang, DemokrasiNews.com - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, menyatakan, gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) dapat diperangi dengan SUMUK atau Solidaritas Umat Muslim Untuk Kebhinnekaan atau Keberagamaan.

"Kebhinnekaan atau keberagamaan itu ciptaan Allah, karena itu kalau ada yang melawan kebhinnekaan berarti melawan kehendak Tuhan," katanya, saat meresmikan Pesantren Rehabilitasi Mental Az Zainy di Tumpang, Malang.

Di hadapan ribuan masyarakat dan ulama se-Malang Raya yang menghadiri peresmian pesantren itu, dia menyebut kata ISIS dan SUMUK sebagai kontra pelesetan dari bahasa Jawa.

Isis dalam bahasa Jawa berarti sejuk, sedangkan sumuk dari bahasa Jawa pula adalah panas atau minimal gerah dalam bahasa Indonesia. Artinya, keberadaan ISIS justru membuat "panas" di mana-mana.

"ISIS musuh bersama. Mereka sudah mulai ada di Indonesia dan kami sudah mengantongi peta kekuatan mereka, karena kami sudah mendeteksi pengikuti ISIS dari sini yang pernah ke Turki, Suriah, Irak, dan sebagainya," katanya.

Menurut dia, pesantren yang merehabilitasi berbagai jenis kelainan mental itu penting, apalagi pengikut ISIS dan mereka yang suka meledakkan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya itu juga "orang gila baru" yang juga harus diperangi.

"'Orang gila baru' itu lebih berbahaya daripada orang gila yang dirawat di pesantren ini, karena itu saya mengajak para ulama dan masyarakat bekerja sama dengan prajurit saya di Kodam, Korem, Kodim, Koramil, hingga Babinsa, untuk membangun nasionalisme atau sumuk itu," katanya.

Pengasuh Pesantren Rehabilitasi Mental Az Zainy, KH Zain Bay, bangga atas kedatangan Moeldoko dan rombongan untuk meresmikan pesantren yang memiliki perpaduan arsitek Timur Tengah dan Eropa itu.

Peresmian juga ditandai pembacaan Deklarasi Penolakan ISIS oleh ulama se-Malang Raya yang dibacakan KH Mashudi Busyiri.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga memuji kebersamaan antara ulama, umara, dan rakyat dalam berbagai kegiatan di Pesantren Rehabilitasi Mental, di antaranya istighosah, pengajian rutin, atau pertemuan mengkaji Al Quran.



Editor: Rapolo Junius
CopyRight @2014

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS