Jakarta, DemokrasiNews,com - Ketua Mahkamah Partai DPP PPP Chozin
Chumaidy mengatakan, pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara
langsung dibentuk dengan semangat mengurangi arogansi DPRD.
Membatasi kewenangan DPRD yang seenaknya menurunkan kepala
daerah. Selain itu supaya terdapat kontrol langsung dari rakyat,
termasuk menghilangkan politik uang.
Realitasnya, terang Chozin, justru sebaliknya. Pemilukada langsung menyebarkan budaya money politic yang
kian parah dan mengakar. “Budaya ‘wani piro’ di masyarakat semakin
menguat,” katanya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.
Politik yang awalnya pengabdian, ujar Chozin, berubah menjadi ajang
pencarian kekuasaan. Kedaulatan rakyat berubah menjadi kedaulatan uang.
Pilihan rakyat bukan pada kemampuan dan kapabilitas, namun pada calon
yang uangnya banyak.
Upaya untuk menyingkirkan politik uang yang ada pada Orde Baru,
terang Chozin, malah gagal. Demokrasi memang hanya berjalan baik, jika
kesejahteraan masyakatnya sudah terpenuhi. Pemilukada pasar bebas di
rakyat harus diakhiri.
Sebaiknya, ujar Chozin, pemilukada dikembalikan ke DPRD. Supaya biaya
pemilukada tidak terlalu besar, lanjut Chozin, pemilukada dilakukan
secara serentak di seluruh daerah. Selain itu penyelanggaraan secara
serentak juga penting untuk menyelaraskan pembangunan di berbagai
daerah.
Sumber: R.co.id










0 komentar:
Posting Komentar