Jakarta, DemokrasiNews.com - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair
menyambangi Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan dilakukan
secara tertutup di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Jalan Taman
Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).
Blair datang menggunakan mobil Land Cruiser hitam dengan nomor polisi CD 15 44. Dia datang sekitar pukul 16.00 WIB. Pertemuan Blair dengan Jokowi berlangsung secara tertutup.
Awalnya pertemuan ini akan dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/9) kemarin. Namun belum diketahui alasan pertemuan baru dilakukan.
Sebelum menemui Jokowi, Blair terlebih dahulu bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden. Pertemuan dengan SBY membahas mengenai persoalan Timur Tengah, penanganan masalah ISIS, krisis Ukraina dan kerja sama ASEAN itu sendiri.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, pertemuan SBY dengan Blair yang berlangsung ketiga kalinya berjalan dengan baik. Keduanya saling mengungkapkan solusi dan membahas perkembangan isu-isu kawasan.
"Pertemuan sangat baik, tukar pikirannya apakah konflik hubungan Rusia dan AS dalam permasalahan Ukraina dan harapan-harapan kita," ujarnya.
Blair datang menggunakan mobil Land Cruiser hitam dengan nomor polisi CD 15 44. Dia datang sekitar pukul 16.00 WIB. Pertemuan Blair dengan Jokowi berlangsung secara tertutup.
Awalnya pertemuan ini akan dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/9) kemarin. Namun belum diketahui alasan pertemuan baru dilakukan.
Sebelum menemui Jokowi, Blair terlebih dahulu bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden. Pertemuan dengan SBY membahas mengenai persoalan Timur Tengah, penanganan masalah ISIS, krisis Ukraina dan kerja sama ASEAN itu sendiri.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, pertemuan SBY dengan Blair yang berlangsung ketiga kalinya berjalan dengan baik. Keduanya saling mengungkapkan solusi dan membahas perkembangan isu-isu kawasan.
"Pertemuan sangat baik, tukar pikirannya apakah konflik hubungan Rusia dan AS dalam permasalahan Ukraina dan harapan-harapan kita," ujarnya.
Editor : FX. Pramono
COPYRIGHT © 2014










0 komentar:
Posting Komentar