Kabupaten Bekasi, DemokrasiNews.com - Kota Bekasi masih menjadi daerah terkuat pada
cabang olah raga angkat besi Porda XII/2014 Kabupaten Bekasi, setelah
daerah tersebut menguasai perolehan medali, pada pertandingan yang
berlangsung di Ballroom Hotel Sahid Jaya Lippo, Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi, Minggu (23/11/2014).
Kota Bekasi menjadi juara umum setelah mengumpulkan 8 medali emas, 4
medali perak, 3 medali perunggu. Sementara peringkat kedua diraih
Kabupaten Bekasi dengan 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Kabupaten
Bandung berada pada posisi ketiga setelah mengumpulkan 4 emas, 2 perak,
dan 5 perunggu.
Setelah sebelumnya meraih enam medali emas, Kota Bekasi kembali
unggul pada hari terakhir pelaksanaan cabor angkat besi, dimana daerah
tersebut kembali meraih tambahan dua emas melalui atlet-atletnya.
Tambahan dua medali emas untuk Kota Bekasi diraih pada kelas 95+kg
melalui Muhammad yang berhasil mencetak angkatan terberat 329 kg. Medali
perak diraih oleh lifter Banjar Carel Julius dengan total angkatan 327
kg, sedangkan medali perunggu direbut I Putu S dengan total angkatan 265
kg.
Pada kelas 62 kg, lifter junior Kota Bekasi Muhamad Hasbi tampil
maksimal setelah mencetak total angkatan terbaik 303 kg. Hasbi unggul
atas lifter Kabupaten Bandung Gilbert yang hanya mencetak total angkatan
237 kg. Sementara medali perunggu diraih lifter Kabupaten Bekasi Firdy
Givari dengan total angkatan 224 kg.
Sementara itu medali emas kelas 69 kg diraih oleh lifter tuan rumah
Rivaldi Achmad setelah mengumpulkan total angkatan 291 kg. Medali
perunggu diraih lifter Kabupaten Bandung Agus Herlambang dengan jumlah
angkatan 270 kg, diikuti Ahmad Fahrozi dari Kota Bekasi yang meraih
medali perunggu dengan total angkatan 257 kg.
Ketua Umum Pengda Persatuan Angkat Besi, Berat Angkat Berat Seluruh
Indonesia (PABBSI) Jawa Barat Maman Suryaman mengatakan, melihat
perkembangan atlet dilihat dari Porda ini mengalami peningkatan yang
cukup pesat.
Nantinya para atlet dari Porda ini akan terus dipantau
perekembangannya, untuk selanjutnya diikutsertakan pada test dan
training camp untuk penjaringan tim Pelatda PON XIX/2016.
"Desember mendatang kita akan melakukan pertemuan untuk membahas
evaluasi atlet dan pelatih. Kemungkinan besar sekitar 25 persen atlet
dan pelatih yang mengikuti Pelatda akan mengalami degradasi," ujarnya.
(Denny)










0 komentar:
Posting Komentar