Para pelaku menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk menembus sistem perbankan melalui pengiriman e-mail kepada karyawan yang bertanggung jawab untuk transfer tunai atau ATM. Hacker kemudian memasang alat akses remote, berupa sebuah program yang dapat mengambil screenshot dari layar komputer karyawan tersebut. Setelah memperoleh akses, hacker memindahkan jumlah ke rekening bank di berbagai negara. Sebagian besar dana yang dicuri di Rusia, namun negara-negara yang ditargetkan lain termasuk Jepang, Belanda, Swiss, dan Amerika Serikat.
Perusahaan keamanan cyber Kaspersky diundang untuk mengkaji hal tersebut, setelah ATM di ibu kota Ukraina, Kiev, terdeteksi mentransfer uang tunai secara acak tanpa ada yang memasukkan kartu atau menyentuh tombol apapun. Kaspersky Lab juga menandai ada uang sebesar US $ 300 juta bahkan bisa tiga kali lipatnya yang terkena.
Serangan cyber ini masih dapat terjadi lagi. "Hal ini mungkin serangan paling canggih dunia," kata Chris Doggett, managing director dari Kaspersky Lab. Doggett mengatakan, pelaku mempunyai taktik dan metode misterius.
Kasus ini telah sampai ke Gedung Putih dan FBI, dan telah diberitahu tentang temuan Kaspersky Lab. Ini, Interpol telah mengkoordinasikan penyelidikan.
Karena perjanjian menjaga rahasia dengan bank-bank yang terkena, Kaspersky Lab. tidak bisa memberikan data lebih rinci tentang target berikutnya oleh hacker.
Editor: Yoni Yohan
CopyRight@2015










0 komentar:
Posting Komentar