DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Raja Yordania, Raja Abdullah II Murka Dan Pimpin Langsung Operasi Militer Gempur ISIS

Written By admin on Sabtu, 07 Februari 2015 | 23.00


Amman, DemokrasiNews.com – Raja Abdullah II menunjukkan kepada dunia bahwa Yordania tidak main-main dengan ancamannya untuk membalas kekejian militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah membunuh pilot tempurnya dua hari lalu dengan cara membakar hidup-hidup.

 
Karena itu Yordania mengumumkan rencananya untuk menggempur sarang kelompok radikal tersebut.

Yordania merilis video yang menunjukkan pesawat perang tengah dipersiapkan untuk menyerang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam rekaman tersebut ditunjukkan pesan tentara Yordania untuk ISIS di rudal pesawat jet tempur.

Tentara Yordania menuliskan "(Rudal ini) untuk Anda, para musuh Islam," dalam bahasa Arab di badan rudal-rudal tersebut.

 
Operasi militer tersebut dijuluki Operasi Martir Moaz, sesuai nama pilot yang dibunuh secara brutal oleh ISIS. Misi ini untuk mengenangnya dan juga menunjukkan kekuatan bangsa yang berjanji melawan kelompok teror.

"Perang kita melawan mereka tidak akan kenal lelah dan akan menghantam mereka di wilayah mereka," kata Raja Abdullah II dalam kesempatan terpisah.

Yordania mengerahkan dua jet tempur miliknya untuk memborbardir ISIS melalui serangan udara. Jet yang digunakan merupakan jet tempur buatan Amerika Serikat, F-16. Jet tempur F-16 ini didukung pesawat tanker dan pengintai sehingga mempermudah proses penyerangan Yordania ke daerah ISIS. Selain itu, Yordania mengerahkan dua jet tempur buatan AS, yakni F-26 dan F-22.

Stasiun televisi pemerintah Yordania menampilkan ledakan akibat serangan angkatan udara Yordania yang menghancurkan sebuah bangunan diduga merupakan gudang senjata milik ISIS dan menampilkan bacaan pernyataan militer.

"Serangan ini baru awal ISIS. Anda akan mengenal watak asli orang Yordania. Serangan akan terus berlangsung hingga kita menumpas seluruh militan," bunyi pernyataan militer itu, seperti dilaporkan Daily Mail.

Tiga hari sudah Yordania menyerang ISIS lewat udara. Fokus serangan adalah tempat pelatihan hingga penyimpanan senjata milik ISIS di Kota Raqqah, Suriah. Hasilnya, 55 tentara ISIS tewas, termasuk seorang petinggi bernama Nineveh.

Bahkan, sejumlah media Timur Tengah berbahasa Arab memberitakan, Raja Abdullah II yang menjadi sahabat mantan capres Indonesia Prabowo itu, bakal terlibat langsung dalam penyerbuan sarang ISIS.

Abdullah akan membombardir dari udara karena memang terlatih menjadi pilot pesawat tempur.

Yordania sukses menuai simpati negara-negara sekutunya. Begitu Perdana Menteri (PM) Abdullah Ensour mendeklarasikan niatnya untuk menyerang sarang ISIS, koalisi langsung mendukung. Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi yang pertama menyatakan dukungan.

Rabu (4/2) Abdullah berada di Negeri Paman Sam saat mendengar kabar tidak sedap tentang pilot tempurnya yang tertangkap ISIS di Syria pada 24 Desember lalu. Begitu menyaksikan video yang merekam detik-detik terakhir Kasasbeh sebelum menjadi arang, raja 53 tahun itu langsung menghentikan lawatannya. Dia bergegas pulang untuk mengoordinasikan misi balas dendam.

’’Darah martir Moaz al-Kasasbeh tidak akan sia-sia. Yordania dan militernya akan membalaskan penderitaan yang dia alami dengan serangan balasan yang jauh lebih tegas,’’ papar Abdullah begitu mendarat kembali di Kota Amman Rabu lalu.

Dia pun langsung menganugerahkan gelar pahlawan kepada pilot 26 tahun yang menjadi korban kebengisan ISIS tersebut.

’’Yordania tidak akan segan-segan melancarkan serangan yang paling keras sekalipun untuk menghancurkan ISIS. Sebab, organisasi teror ini tidak hanya berperang melawan kita (Yordania), tapi juga melawan Islam dan nilai-nilai luhurnya,’’ lanjut Abdullah.

Dalam jumpa pers, dia bersumpah menyerang ISIS langsung ke jantung pertahanannya dengan segala cara.

Sesuai dengan titah raja, Ensour pun langsung berkoordinasi dengan jajaran petinggi militer Yordania untuk membahas aksi balasan. Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan bahwa angkatan bersenjata akan melancarkan misi ofensif. Saat ini Yordania masih berfokus pada aksi udara. Sebab, sejak tergabung dengan koalisi anti ISIS selama lima bulan terakhir, Yordania selalu terlibat dalam misi udara.

Tetapi, kabarnya, Yordania juga sedang mempersiapkan aksi darat. Rencananya, pasukan Yordania dikerahkan ke perbatasan terdekat dengan Syria dan Iraq untuk menggempur ISIS secara langsung. Sebelumnya, peshmerga atau pasukan paramiliter Kurdi-lah yang lebih dulu melancarkan serangan langsung via darat ke markas ISIS.

Di tempat terpisah, Safi al-Kasasbeh, ayah Kasasbeh, mendesak masyarakat internasional segera bertindak. Di mata Safi, ISIS tidak lebih dari sekelompok manusia kafir yang tidak mengenal kemanusiaan atau HAM.

’’Masyarakat internasional harus menghancurkan kelompok ISIS,’’ ujarnya di sela aksi protes anti-ISIS di Kota Karak, kota kelahiran Kasasbeh.



Editor: M. Ziau Rahman
CopyRight@2015

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS