Jakarta, DemokrasiNews.com – Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Indonesia Darurat narkoba terkait dengan itu BNN atau Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan semua aparatur pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk meminimalkan penggunaan narkoba. Dengan semboyan narkoba musuh bersama. Bahkan Kepala bagian humas BNN Memberikan data.
“Hasil data dari Pusat penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), pada tahun 2014 yang meninggal akibat narkoba dalam setahun sebanyak 12.000 orang. Artinya dalam sehari 33 orang meninggal karena Narkoba. Dengan demikian BNN langkah pertamanya melakukan represip bagi Bandar dan kurir, yang kedua bagi pengguna akan di pulihkan dengan jalan rehabilitasi dan di kembalikan seperti semula atau di sehatkan. BNN juga akan menurunkan jumlah pemakai narkoba. Tercatat di BNN untuk pemakai narkoba yang dilihat dari status sosialnya, pemakai kebanyakan dari pegawai swasta, instansi pemerintah dan wiraswasta sekitar 55%, pelajar dan mahasiswa 25% dan pengangguran atau Tidak bekerja sebanyak 20 %. Kenapa pekerja swasta, instansi pemerintah dan Wiraswasta datanya paling banyak, karena mereka mampu membelinya”, ungkap Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Slamet Pribadi, di Jakarta Jum’at (6/3).
Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol. Slamet Pribadi Menambahkan, "Kebanyakan pemakai narkoba setelah saya Tanya, mereka menjawab: ada yang karena mingikuti gaya hidup, kemudian ada juga yang menjawab: bahwa dengan memakai narkoba bisa mengatasi persoalan hidup. Padahal itu malah membahayakan hidupnya. Kerugian akibat memakai narkoba apabila di nominalkan untuk pribadi, menurut data berjumlah 56,1 triliun, sedangkan untuk sosial sebanyak 6,9 Triliun, apabila di jumlah menjadi 63 triliun semuanya. Dari jenis gender laki-laki lebih banyak sebagai pemakai daripada perempuan. yaitu laki-laki sebanyak 74,5 %, sedangkan wanita sebanyak 25,5 %. Kalau laki-laki akibat doping dan ketergantungan, sedangkan wanita karena ikut-ikutan dan jebakan". (Masdar)










0 komentar:
Posting Komentar