Kota Bekasi, DemokrasiNews.com - Akibat tercemarnya lautan, nelayan Muara Tawar Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tidak bisa melaut. Untuk memenuhi hidup, puluhan nelayan ini beralih profesi menjadi pemulung.
Pantauan wartawan Demokrasinews dilapangan, para nelayan memilah sampah yang bisa dijual di tepi tempat nelayan menambatkan perahunya.
Sarwani, salah seorang nelayan mengaku sudah tiga pekan tidak melaut akibat banyaknya limbah perusahaan yang langsung dibuang ke laut dan limbah rumah tangga.
"Bagaimana bisa melaut, banyak limbah perusahaan dan limbah rumah tangga dimana-mana, kalau sudah begini ikan juga pasti tidak dapat hidup," terangnya.
Mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa di jual ini, lanjutnya sudah dilakukan tiga pekan belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kita tidak melaut, dari mana memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya harus mengumpulkan barang bekas yang masih bisa dijual," ujarnya
Dulhakim, nelayan lainnya mengatakan, banyak sampah yang terbawa arus laut di Muara Tawar.
"Seharusnya saya bisa mendapatkan dua karung plastik yang masih layak jual. Kalau dijual bisa mendapatkan Rp30 ribu," tuturnya. (jar)
Pantauan wartawan Demokrasinews dilapangan, para nelayan memilah sampah yang bisa dijual di tepi tempat nelayan menambatkan perahunya.
Sarwani, salah seorang nelayan mengaku sudah tiga pekan tidak melaut akibat banyaknya limbah perusahaan yang langsung dibuang ke laut dan limbah rumah tangga.
"Bagaimana bisa melaut, banyak limbah perusahaan dan limbah rumah tangga dimana-mana, kalau sudah begini ikan juga pasti tidak dapat hidup," terangnya.
Mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa di jual ini, lanjutnya sudah dilakukan tiga pekan belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kita tidak melaut, dari mana memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya harus mengumpulkan barang bekas yang masih bisa dijual," ujarnya
Dulhakim, nelayan lainnya mengatakan, banyak sampah yang terbawa arus laut di Muara Tawar.
"Seharusnya saya bisa mendapatkan dua karung plastik yang masih layak jual. Kalau dijual bisa mendapatkan Rp30 ribu," tuturnya. (jar)










0 komentar:
Posting Komentar