DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Pemerintahan Kabupaten Bireuen Melakukan Hukuman Cambuk Lagi

Written By admin on Rabu, 26 Agustus 2015 | 21.05


Kab. Bireuen (Aceh), DemokrasiNews.com - Enam warga Kabupaten Bireuen hari ini Rabu, (26/8/2015) dicambuk di halaman Mesjid Sultan Jeumpa Bireuen atau yang lebih dikenal sebagai Mesjid Agung Bireuen.

Keenam warga Kabupaten Bireuen ini terlibat perkara Jarimah Maisir (Perjudian) Pasal 23 ayat (1) Qanun Nomor 13 tahun 2003 dan masing-masing dicambuk 7 kali cambukan setelah dikurangi satu kali. Adapun mereka yang dihukum cambuk itu adalah mereka yang terlibat judi tebak bus, yaitu Nasril bin Bahrum (44) pria yang berprofesi PNS ini adalah penduduk Desa Geudong Geudong, Kecamatan Kota Juang. Selanjutnya Rafiqi bin Nurdin (25) yang merupakan mahasiswa adalah penduduk Dusun Mutiara Meunasah Dayah, Kecamatan Kota juang. Bachtiar bin Hasan (40) pekerjaan mekanik, adalah penduduk Dusun Toko Matsyam, Desa Kuala Kecamatan Jeumpa, Kemudian Iskandar bin M. Jamil (35) yang merupakan seorang petani, penduduk Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, dan terakhir Usman bin Ahmad (29) yang sehari-hari berjualan, adalah penduduk Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa.


Sebelumnya Asisiten I Kabupaten Bireuen Drs. Murdani yang mewakili Bupati Bireuen mengatakan hukuman cambuk ini supaya menjadi pelajaran berharga buat semua. Sedangkan rohaniawan Faisal Hadi yang dihadirkan sesaat sebelum prosesi hukuman cambuk dilaksanakan, dalam wejangannya mengatakan bahwa pelaksanaan hukuman cambuk ini penting, supaya ada rasa malu.

“Tujuan dicambuk seperti ini supaya ada rasa malu, supaya yang lain tidak ikut-ikutan. Walau mungkin ada yg kurang senang, tapi ini adalah hukum Allah,” ujar Faisal Hadi.

Faisal Hadi mengatakan, hukuman cambuk adalah perintah agama, karena dengan agama supaya hidup jadi terarah, tidak seperti binatang. “Dengan adanya hukuman cambuk kita berharap ke depan judi akan berkurang di Bireuen,” sindir Faisal Hadi.

Pantauan prosesi pelaksanaan hukuman cambuk berjalan lancar, Nasril bin Bahrum yang menjalani hukuman cambuk pertama hanya bisa meringis saat cambukan pertama menimpa kepalanya. Setiap lecutan rotan yang dihunus algojo menimpa badannya, dia keliatan meringis menahan sakit. Sampai algojo menyelesaikan cambukan terakhirnya, dia melihat tajam ke arah algojo, seperti terlihat marah.

Sesampai di bawah panggung eksekusi, Nasril terlihat oleng, sehingga harus dipapah ke mobil ambulance yang sudah disiapkan. Selanjutnya tidak ada insiden apapun dalam prosesi cambuk yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Kejaksaan Negeri Bireuen tersebut.  (Mawardi Has)


0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS