Kab. Bireuen, DemokrasiNews.com - Muzakir Manaf (Wakil Gubernur Aceh) yang sering disapa Mualem, membuka lomba Bercerita tingkat Provinsi yang Diikuti oleh Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD), MI dari Seluruh Kabupaten yang ada Di Aceh, Senin (24/8).
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf Dalam Sambutannya Menyampaikan majunya suatu negara atau daerah tentu diawali dengan minat membaca yang tinggi, Dengan gemar membaca, katanya, akan meningkatkan kecakapan generasi bangsa untuk persiapan SDM unggul di masa mendatang, sebagai penerus kepemimpinan bangsa dan negara kita. hal ini disampaikan Muzakir Manaf disela-sela pada pembukaan Lomba Bercerita Bagi Siswa-Siswi SD/MI se-Provinsi Aceh, Story Telling, Road Show, dan Pameran Buku yang dilaksanakan di Halaman pendopo Bupati Bireuen.
Muzakir manaf yang sering disapa Dengan sebutan Mualem mengisahkan, “Pada satu acara kepramukaan baru-baru ini saya pergi ke Jepang, terlihat kalau di Jepang banyak kios-kios yang berjualan buku, sementara di Aceh banyak sekali warung kopi,” ujar Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf.
“Untuk memperoleh ilmu itu bukan seperti orang dapat harta karun dalam mimpinya tengah malam, akan Tetapi untuk memperoleh ilmu harus dengan memaksakan diri agar mendapatkannya,” kata Wagub Aceh yang juga ketua KPA/PA Pusat.
Selain itu, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan imbauan untuk tak memakai atau terlibat peredaran narkoba, “Narkoba bukanya menyelesaikan masalah, namun narkoba justru menambah masalah,” pungkas pria yang akrab di sapa Muallem ini.
Ditempat yang sama, Bupati Bireuen Ruslan M Daud mengatakan, hingga saat ini minat baca anak- anak masih sangat rendah, sehingga perlu upaya-upaya untuk meningkatkannya di kalangan anak. Sehingga anak dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dan menyelamatkan bangsa kedepan nantinya.
Sebelumnya, Penitian Pelaksana yang juga Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, Drs. Anas M. Adam, M.Pd, antara lain mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di Indonesia. Anas M. Adam mengungkapkan, “Setiap seribu penduduk hanya dua orang yang berminat membaca, padahal dibalik itu menurut hasil penelitian, menunjukkan bahwa kecerdasan akan berkembang dan maju dengan baik jika dibarengi dengan membaca,” ujar Anas.
Karenanya, Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh berupaya untuk mengembangkan berbagai program, diantaranya dengan mendekatkan fasilitas tempat membaca, yakni mendukung pengembangan perpustakaan kabupaten kota dan pengembangan perpustakaan hingga ke kampung – kampung. Melalui kegiatan ini, Anas berharap akan dapat mengembangkan budaya gemar membaca untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, membangun pendidikan yang berkarakter. (Deddi)
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf Dalam Sambutannya Menyampaikan majunya suatu negara atau daerah tentu diawali dengan minat membaca yang tinggi, Dengan gemar membaca, katanya, akan meningkatkan kecakapan generasi bangsa untuk persiapan SDM unggul di masa mendatang, sebagai penerus kepemimpinan bangsa dan negara kita. hal ini disampaikan Muzakir Manaf disela-sela pada pembukaan Lomba Bercerita Bagi Siswa-Siswi SD/MI se-Provinsi Aceh, Story Telling, Road Show, dan Pameran Buku yang dilaksanakan di Halaman pendopo Bupati Bireuen.
Muzakir manaf yang sering disapa Dengan sebutan Mualem mengisahkan, “Pada satu acara kepramukaan baru-baru ini saya pergi ke Jepang, terlihat kalau di Jepang banyak kios-kios yang berjualan buku, sementara di Aceh banyak sekali warung kopi,” ujar Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf.
“Untuk memperoleh ilmu itu bukan seperti orang dapat harta karun dalam mimpinya tengah malam, akan Tetapi untuk memperoleh ilmu harus dengan memaksakan diri agar mendapatkannya,” kata Wagub Aceh yang juga ketua KPA/PA Pusat.
Selain itu, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan imbauan untuk tak memakai atau terlibat peredaran narkoba, “Narkoba bukanya menyelesaikan masalah, namun narkoba justru menambah masalah,” pungkas pria yang akrab di sapa Muallem ini.
Ditempat yang sama, Bupati Bireuen Ruslan M Daud mengatakan, hingga saat ini minat baca anak- anak masih sangat rendah, sehingga perlu upaya-upaya untuk meningkatkannya di kalangan anak. Sehingga anak dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dan menyelamatkan bangsa kedepan nantinya.
Sebelumnya, Penitian Pelaksana yang juga Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, Drs. Anas M. Adam, M.Pd, antara lain mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di Indonesia. Anas M. Adam mengungkapkan, “Setiap seribu penduduk hanya dua orang yang berminat membaca, padahal dibalik itu menurut hasil penelitian, menunjukkan bahwa kecerdasan akan berkembang dan maju dengan baik jika dibarengi dengan membaca,” ujar Anas.
Karenanya, Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh berupaya untuk mengembangkan berbagai program, diantaranya dengan mendekatkan fasilitas tempat membaca, yakni mendukung pengembangan perpustakaan kabupaten kota dan pengembangan perpustakaan hingga ke kampung – kampung. Melalui kegiatan ini, Anas berharap akan dapat mengembangkan budaya gemar membaca untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, membangun pendidikan yang berkarakter. (Deddi)










0 komentar:
Posting Komentar