JAKARTA, DemokrasiNews.com - Terungkapnya pembunuhan Ibu dan anak di perumahan Aneka Elok Rt.15 Rw.09 blok A13 no. 8 Kelurahan Cakung-Jakarta Timur, berawal dari sepulangnya Heno Pujo Leksono dari tempat kerja pada kamis (08/10/2015) jam 16:30 wib, yang terkejut melihat istrinya Dayu Priambarita (35) tergeletak diatas tempat tidur serta putra bungsunya Yoel Maheswara Leksono (5) dilantai tak jauh dari ibunya berada, yang keduanya bersimbah darah tak bernyawa lagi dengan luka sayatan dan tusukan, lalu pengusaha kayu itu melaporkan kejadian tersebut pada pihak Kepolisian.
Tidak berapa lama Polisi datang dan adakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada jam 21:00 wib yang dibantu anjing pelacak jenis Rottweiler bernama Bruno yang di datangkan dari POLDA METRO JAYA, untuk adakan Pelacakan dari TKP dengan sebuah tisu berlumur darah korban, namun pelacakan terhenti dipinggir kali, tidak hanya itu pencarian pun diulang kembali yang di bantu dua ekor anjing jenis Herder German shepherd, namun tetap anjing pelacak tersebut tidak dapat melanjutkan pencarian dan terhenti ditempat yang sama, menurut penjelasan tim unit K9, pelacakan anjing terhenti diduga si pelaku melanjutkan pelarian dengan menggunakan motor.
Guna pemeriksaan secara forensik jenazah kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati, yang nantinya akan diserahkan kembali kepada pihak keluarga, hasil sementara penelitian tim forensik diperkirakan bahwa korban belum lama meninggal dari waktu saat ditemukannya mayat korban, karena semua persendian tubuh korban masih lemas.
KAPOLRES Jakarta Timur, KOMBES POL Umar Faruq menjelaskan, "Bahwa kasus pembunuhan tersebut murni bukanlah perampokan karena dari semua harta benda tidak ada yang hilang, termasuk handphone milik korban, Pelaku pembunuhan diduga masuk dengan cara bertamu karena tidak ditemukan pengerusakan pada pintu maupun jendela si korban, Saya belum bisa memastikan bahwa motif pembunuhan karena apa, namun tim kami masih terus melakukan penyelidikan sehingga tertangkapnya si pelaku, barulah saya dapat menjelaskan apa motif dari pembunuhan tersebut," ucap KAPOLRES seraya menjawab setiap pertanyaan awak media. (Masron/DN)
Tidak berapa lama Polisi datang dan adakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada jam 21:00 wib yang dibantu anjing pelacak jenis Rottweiler bernama Bruno yang di datangkan dari POLDA METRO JAYA, untuk adakan Pelacakan dari TKP dengan sebuah tisu berlumur darah korban, namun pelacakan terhenti dipinggir kali, tidak hanya itu pencarian pun diulang kembali yang di bantu dua ekor anjing jenis Herder German shepherd, namun tetap anjing pelacak tersebut tidak dapat melanjutkan pencarian dan terhenti ditempat yang sama, menurut penjelasan tim unit K9, pelacakan anjing terhenti diduga si pelaku melanjutkan pelarian dengan menggunakan motor.
Guna pemeriksaan secara forensik jenazah kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati, yang nantinya akan diserahkan kembali kepada pihak keluarga, hasil sementara penelitian tim forensik diperkirakan bahwa korban belum lama meninggal dari waktu saat ditemukannya mayat korban, karena semua persendian tubuh korban masih lemas.
KAPOLRES Jakarta Timur, KOMBES POL Umar Faruq menjelaskan, "Bahwa kasus pembunuhan tersebut murni bukanlah perampokan karena dari semua harta benda tidak ada yang hilang, termasuk handphone milik korban, Pelaku pembunuhan diduga masuk dengan cara bertamu karena tidak ditemukan pengerusakan pada pintu maupun jendela si korban, Saya belum bisa memastikan bahwa motif pembunuhan karena apa, namun tim kami masih terus melakukan penyelidikan sehingga tertangkapnya si pelaku, barulah saya dapat menjelaskan apa motif dari pembunuhan tersebut," ucap KAPOLRES seraya menjawab setiap pertanyaan awak media. (Masron/DN)










0 komentar:
Posting Komentar