KAB. BEKASI, DemokrasiNews.com - Penananganan sampah saat ini bukan hal yang mudah. Perlu adanya Kordinasi dan kerjasama yang baik antara UPTD Pasar Cibitrung dengan Pemda Kabupaten Bekasi. Dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pasar dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) khususnya Komisi B, Bapak Endang Sukarya sebagai Kordinator di UPTD Pasar Cibitung Kabupaten Bekasi, saat di temui di kantornya mengatakan, “Penanganan sampah yang saat ini, volumenya makin besar seiring bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bekasi, jadi secara otomatis menambah daya beli masyarakat dan meghasilkan jumlah sampah yang besar pula.”
"Pada 5 bulan yang lalu penaganan sampah mudah - mudah saja, dengan mempunyai 8 armada truck sampah sudah cukup membersihkan penumpukan sampah yang ada, volume sampah yang dihasilkan sangat luar biasa, hampir 60 kubik dalam satu hari, namun dikarenakan 1 armada diperbolehkan mengangkut 2 sampai 3 reet, maka dengan Jumlah armada yang walaupun hanya 8 sudah sanggup membersihkan volume 60 kubik. Sampah besaranya kalau di ukur dengan armada, kurang lebih harus 12 armada, namun sekarang regulasinya berubah, Management TPA hanya memperbolehkan 1 armada hanya 1 reet saja, dikarenakan jumlah Loader (alat berat pengeruk sampah) yang di miliki Kabupaten Bekasi hanya 1 dan itupun sering rusak sehingga penumpukan sampah tidak bisa dihindari," jelas Endang.
Penambahan armada untuk menutupi volume sampah yang jumlahnya 12 armada, berarti perlu penambahan 3, mungkin menjadi solusi dalam waktu dekat, mengingat unit armada sebanyak 8 unit sekarang yang ada termaksud Loader yang ada di TPA.
"Namun sambil menunggu datangnya armada tambahan, solusinya sementara adalah setiap 2 minggu di adakan kerja lembur malam, yang di mulai jam 8 malam sampai jam 3 pagi,
dengan dibantu armada dari unit UPTD pasar yang terdekat. seperti UPTD pasar tambun ataupun cikarang,” kata Endang.
Menjawab permasalahan sampah dipasar cibitung, Kardin, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Komisi C, angkat bicara, nantinya akan ada penambahan armada 11 unit, sesuai kebutuhan, akan dipergunakan oleh UPTD pasar cibitung.
"Kedepan kita akan anggarkan pembelian truk untuk pengangut sampah dan bisa dipergunakan UPTD pasar cibitung," ujar kardin.
Hal senada juga dikatakan Abdul Kholik SE, M.Si, anggota DPRD dari Fraksi Kebangkitan NasDem, komisi B. ia mengatakan, “Kami sedang mencari solusi tuntas bukan solusi parsial, yaitu dengan mencari ivestor yang mampu mengkonversi sampah menjadi energi sehingga berdaya guna, semisalnya menjadi pembangkit energi listrik, jadi tidak hanya menghasilkan baunya saja, namun bermanfaat, itulah yang kita harapkan saat ini.” (Haris)
"Pada 5 bulan yang lalu penaganan sampah mudah - mudah saja, dengan mempunyai 8 armada truck sampah sudah cukup membersihkan penumpukan sampah yang ada, volume sampah yang dihasilkan sangat luar biasa, hampir 60 kubik dalam satu hari, namun dikarenakan 1 armada diperbolehkan mengangkut 2 sampai 3 reet, maka dengan Jumlah armada yang walaupun hanya 8 sudah sanggup membersihkan volume 60 kubik. Sampah besaranya kalau di ukur dengan armada, kurang lebih harus 12 armada, namun sekarang regulasinya berubah, Management TPA hanya memperbolehkan 1 armada hanya 1 reet saja, dikarenakan jumlah Loader (alat berat pengeruk sampah) yang di miliki Kabupaten Bekasi hanya 1 dan itupun sering rusak sehingga penumpukan sampah tidak bisa dihindari," jelas Endang.
Penambahan armada untuk menutupi volume sampah yang jumlahnya 12 armada, berarti perlu penambahan 3, mungkin menjadi solusi dalam waktu dekat, mengingat unit armada sebanyak 8 unit sekarang yang ada termaksud Loader yang ada di TPA.
"Namun sambil menunggu datangnya armada tambahan, solusinya sementara adalah setiap 2 minggu di adakan kerja lembur malam, yang di mulai jam 8 malam sampai jam 3 pagi,
dengan dibantu armada dari unit UPTD pasar yang terdekat. seperti UPTD pasar tambun ataupun cikarang,” kata Endang.
Menjawab permasalahan sampah dipasar cibitung, Kardin, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Komisi C, angkat bicara, nantinya akan ada penambahan armada 11 unit, sesuai kebutuhan, akan dipergunakan oleh UPTD pasar cibitung.
"Kedepan kita akan anggarkan pembelian truk untuk pengangut sampah dan bisa dipergunakan UPTD pasar cibitung," ujar kardin.
Hal senada juga dikatakan Abdul Kholik SE, M.Si, anggota DPRD dari Fraksi Kebangkitan NasDem, komisi B. ia mengatakan, “Kami sedang mencari solusi tuntas bukan solusi parsial, yaitu dengan mencari ivestor yang mampu mengkonversi sampah menjadi energi sehingga berdaya guna, semisalnya menjadi pembangkit energi listrik, jadi tidak hanya menghasilkan baunya saja, namun bermanfaat, itulah yang kita harapkan saat ini.” (Haris)











0 komentar:
Posting Komentar