Kab. Bireun, DemokrasiNews.com - Moment 30 September diperingati oleh Gugus Depan Pramuka 01.12.12.183-184 SDN 28 Peusangan, Bireun, sebagai hari renungan kesaktian Pancasila dihalaman Gedung sekolahnya, sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang menjadi korban keganasan G30SPki.
Terlihat sekitar 365 siwa SDN 28 Peusangan hikmad mengikuti peringatan itu, dibawah pimpinan dan orasi Kepala sekolahnya menceritakan sejarah kelam G30S Pki & Hari Kesaktian Pancasila.
Kemasan apik Puisi Perjuangan dilantunkan oleh Ajeng, siswa dari Sekolah dasar setempat yang berkompeten berpuisi pada rangkaian acara pagi 30 September 2015.
Kegiatanpun dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib "Gugur Bunga" Secara Massal sebagai alarm pengingat duka silam negeri ini dan shalat Dhuha sebagai rutinitas kegiatan agama SD ini setiap hari.
Terlihat sekitar 365 siwa SDN 28 Peusangan hikmad mengikuti peringatan itu, dibawah pimpinan dan orasi Kepala sekolahnya menceritakan sejarah kelam G30S Pki & Hari Kesaktian Pancasila.
Kemasan apik Puisi Perjuangan dilantunkan oleh Ajeng, siswa dari Sekolah dasar setempat yang berkompeten berpuisi pada rangkaian acara pagi 30 September 2015.
Kegiatanpun dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib "Gugur Bunga" Secara Massal sebagai alarm pengingat duka silam negeri ini dan shalat Dhuha sebagai rutinitas kegiatan agama SD ini setiap hari.
Kepala SDN 28 peusangan, Hj Faizah S.Pd selaku Ka.Mabigus pramuka di sekolahnya menyampaikan, "Pramuka yang berlandaskan pancasila sudah sewajarnya Sadari dan ambil bagian utama pada moment kesaktian pancasila, Begitu juga seluruh generasi dan kita semua sebagai pengayom didunia pendidikan, diperingatinnya Hari kesaktian pancasila merupakan hal wajib dilakukan, dan bukan hanya kegiatan seremonial belaka," tegas Ketua Majelis Pembimbing Pramuka SDN 28 Peusangan ini.
Wanita yang juga seorang ibu dari 3 anak ini menambahkan, “Kita sebagai pelaku didunia pendidikan usia Sekolah Dasar, terutama kepramukaan harus siap membina secara utuh & menjadi gugus terdepan untuk keutuhan NKRI dan mempertahankan Pancasila." Pungkasnya.
Sementara itu Safiah S.Pd pembina pramuka yang juga koordinator acara, menambahkan, “Peringatan hari-hari besar negara selalu dilaksanakan pramuka SD ini, meskipun sederhana sesuai kesanggupan, sebagai pembawa pesan perjuangan pendahulu kepada peserta didik. Sekolah kita juga salah satu sekolah pertama di kab. bireun yang mewajibkan kegiatan pramuka golongan siaga untuk peserta didik sejak UU No. 12 Tahun 2010, tentang Gerakan pramuka disahkan.” (Roman)











0 komentar:
Posting Komentar