KAB. BIREUEN, DemokrasiNews.com - Ratusan Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagian besar masyarakat di sebelas titik Pang Sagoe dalam Daerah II Wilayah Batee Iliek yang bertempat di Kantor PA/KPA Wilayah Kabupaten Bireuen, dalam rangka merayakan hari MILAD GAM yang ke 39, Jum’at (04/12/2015), juga turut dilakukan Doa bersama dan penyantunan sekitar 250 lebih anak yatim.
.
M. Thahe Pasee dan Aparih Juli beserta beberapa Pasukan Inong Balee yang mantan Kombantan GAM Daerah II Wilayah Batee Iliek menyerukan, “Pada hari yang mulia ini, saya mewakili rekan-rekan Kombatan GAM dan Pasukan inong balee, bahwa demi kesejahteraan rakyat Aceh, Murnikan MOU HELSHINKY oleh Legislatif dan Eksekutif yang telah berhasil kita perjuangkan, dan WAJIB bertanggung jawab, baik DPRK, DPRA dan DPR RI maupun Gubernur dan Wakil Gubernur ACEH atau turun saja dari jabatannya,” tegasnya ke media Demokrasi News di halaman kantor PA/KPA Bireuen.
Sedangkan Cut Abang selaku Panglima Muda Daerah II Wilayah Batee Iliek, meminta kepada seluruh Mantan Kombatan GAM terutama yang dibawah pimpinannya untuk tidak melakukan pengibaran bendera bintang bulan sebelum ada intruksi dari pimpinan Komando pusat, kita wajib menahan diri untuk sama-sama menjaga dan memelihara perdamaian yang telah di tandatangani MOU antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helshinky.
Selaku Panglima Muda Daerah II Wilayah Batee Iliek Kombatan GAM meminta kepada pemerintah pusat untuk serius dalam menyelesaikan poin-poin MOU yang telah di tandatangani bersama, amanat MOU Helshinky antara Republik Indonesia (RI) dan GAM, “Mari sama sama kita menjaga perdamaian ini dengan baik,” imbuhnya. (faz)
.
M. Thahe Pasee dan Aparih Juli beserta beberapa Pasukan Inong Balee yang mantan Kombantan GAM Daerah II Wilayah Batee Iliek menyerukan, “Pada hari yang mulia ini, saya mewakili rekan-rekan Kombatan GAM dan Pasukan inong balee, bahwa demi kesejahteraan rakyat Aceh, Murnikan MOU HELSHINKY oleh Legislatif dan Eksekutif yang telah berhasil kita perjuangkan, dan WAJIB bertanggung jawab, baik DPRK, DPRA dan DPR RI maupun Gubernur dan Wakil Gubernur ACEH atau turun saja dari jabatannya,” tegasnya ke media Demokrasi News di halaman kantor PA/KPA Bireuen.
Sedangkan Cut Abang selaku Panglima Muda Daerah II Wilayah Batee Iliek, meminta kepada seluruh Mantan Kombatan GAM terutama yang dibawah pimpinannya untuk tidak melakukan pengibaran bendera bintang bulan sebelum ada intruksi dari pimpinan Komando pusat, kita wajib menahan diri untuk sama-sama menjaga dan memelihara perdamaian yang telah di tandatangani MOU antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helshinky.
Selaku Panglima Muda Daerah II Wilayah Batee Iliek Kombatan GAM meminta kepada pemerintah pusat untuk serius dalam menyelesaikan poin-poin MOU yang telah di tandatangani bersama, amanat MOU Helshinky antara Republik Indonesia (RI) dan GAM, “Mari sama sama kita menjaga perdamaian ini dengan baik,” imbuhnya. (faz)










0 komentar:
Posting Komentar