KAB. BIREUEN (Aceh), DemokrasiNews.com - Keputusan Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tusop Jeunieb) yang menyatakan maju sebagai bakal calon Bupati Bireuen, Aceh pada Pilkada 2017 kembali mendapat tanggapan beragam dari sejumlah ulama.
Tak hanya ulama kharismtaik Tgk H Muhammad Amin Blang Bladeh (Abu Tumin), kali ini Tgk H Hasanoel Bashry HG (Abu Mudi) juga berpendapat terhadap keinginan Tusop Jeunieb. Sebab, menurut Abu Mudi, kalau ada seorang ulama berkeinginan maju menjadi pimpinan daerah, maka itu artinya ulama tersebut bukanlah naik jabatan, melainkan turun jabatannya.
“Ulama itu posisinya berada di atas pemerintah, karena dialah yang memberikan dukungan dan arahan kepada pemimpin dalam mengambil suatu kebijakan,” begitu dikemukakan Abu Mudi kepada sejumlah wartawan saat menghadiri peresmian Rumah Sakit Jeumpa Hospital, Senin (16/5/2016).
Pimpinan Dayah Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah (Mudi) Masjid Raya, Samalanga ini tak lain adalah guru dari dari Tusop sendiri, sehingga Abu Mudi sangat berkeinginan agar Tusop kelak dapat menggantikan posisinya.
“Sebenarnya ulama itu payung bagi masyarakat, tempat berteduh bagi umat, sandaran bagi kehidupan termasuk pemarintah itu sendiri. Dalam hakikatnya, ulama tersebut posisinya berada di atas pemerintah, karena dialah yang memberikan pendangan, pendapat dan arahan kepada pemimpin saat mengambil suatu keputusan bagi masyarakat,” jelas Abu Mudi.
Menurut pandangan Abu Mudi, ulama itu boleh berpolitik, mengerti tentang politik, namun bukan berpolitik praktis dengan menjadi pimpinan daerah. Sebaiknya, sebut Abu Mudi, “Ulama jangan tergoda dan terpengaruh dengan jabatan, karena belum diketahui apakah mereka sudah siap dan mampu bila kelak menjadi pimpinan daerah. Meski sebagai pimpinan daerah, dia sudah berhasil. Karena tak mudah menghadapi dan mengatasi persoalan, jika nantinya sudah turun ke lapangan menjadi pemimpin,” sebutnya lagi.
Karena itu, dirinya mengaku tak merestui Tusop maju sebagai bakal calon Bupati Bireuen periode 2017-2022. Abu Mudi mengakui, dia pernah melarangnya saat Tusop mengutarakan keinginannya maju sebagai bakal calon Bupati Bireuen. Menurut Abu Mudi, Tusop yang merupakan salah seorang mantan santrinya itu, mengatakan, “langkahnya tersebut sebagai sebuah manuver saja.” Tegas Abu Mudi. (faU)










2 komentar:
http://www.satujam.com/m-zainul-majdi/
http://www.satujam.com/m-zainul-majdi/
Posting Komentar