DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

KORBAN KEKERASAN DISEKOLAH BRIGHT KIDS PRESCHOOL JALANI KONSELING PADA LEMBAGA P2TP2A PROVINSI DKI JAKARTA

Written By admin on Kamis, 02 Juni 2016 | 18.45


JAKARTA, DemokrasiNews.com - Korban kekerasan yang dilakukan di sekolah oleh oknum guru, William Than (5) bersama kedua orang tua korban, Lina Than dan Sandy Than, dengan didampingi kuasa hukumnya Jefri Luanmase, SH sekitar pukul 10:00 WIB menyambangi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi DKI Jakarta, dijalan Raya Bekasi Timur KM.18 Pulo Gadung, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan berdasarkan hasil konfrontir di Kepolisian Sektor (Polsek) Pademangan Jakarta Utara, pada, Rabu (01/06).

Kedatangan keluarga korban kekerasan oknum guru terhadap murid yang terjadi di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bright Kids Preschool ini merupakan jadwal pemeriksaan terhadap William Than (5), sesuai dengan pemberitahuan dan permintaan pihak P2TP2A minggu kemarin, ketika berlangsungnya konfrontir, yang disampaikan di Polsek Pademangan Jakarta Utara untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wiliam terkait physikis korban dan efek yang ditimbulkan akibat kekerasan yang dialami korban.

Hampir 2 jam menjalani konseling dengan pemeriksaan kejiwaan, diruangan khusus oleh Kepala Divisi Penanganan P2TP2A, Psikolog Dra. Nuke Setiyani, Psi. William Than, korban kekerasan oknum guru terhadap murid yang terjadi disekolah Internasional tersebut, kembali dilakukan oleh Psikolog P2TP2A tersebut berdasarkan rekomendasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hasil dari pemeriksaan kali ini pun berhasil dihimpun Awak Media Demokrasi News.

Berdasarkan keterangan yang di sampaikan orang tua korban, Sandy Than kepada para kuli tinta yang menunggu diluar gedung P2TP2A, menjelaskan dengan mengatakan bahwa hasil Pemeriksaan William yang di sampaikan psikolog kepadanya. Bahwa pemeriksaan tersebut yang dilakukan terhadap anaknya akan ada jadwal pemeriksaan lanjutan mengenai proses kekerasan lainnya yang belum diketahui.

"Anak saya William sudah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan apa adanya, bahwa ada pengakuan dari William terkait pencakaran dikening sebelah kiri yang di lakukan oleh oknum guru tersebut, untuk lebih lanjut lagi mengenai kekerasan lain, seperti penamparan diwajahnya," Terang Sandy Than pada Demokrasi News.

"Ya, mudah-mudahan perkembangan psykologi William kedepannya akan lebih baik dan tidak menimbulkan konsekuensi logis yang parah. Dan untuk pemeriksaan berikutnya akan segera dilakukan secepatnya, walaupun jadwal pemeriksaannya belum dapat dipastikan tanggalnya," ungkap Sandy.

Sehingga penjadwalan ulang pemanggilan William lagi yang untuk kedua kalinya, untuk melengkapi data yang sudah ada. Dan jadwal pemeriksaan lanjutannya dengan di agendakan minggu depan, namun pihak P2TP2A belum menentukan tanggal dan waktu pemeriksaannya kepada pihak korban. (A. Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS