BOGOR, DemokrasiNews.com - Ketua DPR RI, DR. H. Ade Komarudin, MH, beserta rombongan dari beberapa komisi melakukan kunjungan kerja ke PT. Cahaya Buana Group, Pabrik Napoli yang terletak di Jalan Cahaya Raya, Blok M, Kawasan Industri, Sentul, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pada, Kamis (23/06).
Ade komarudin beserta rombongan tiba di sentul pukul 14.00 WIB, kedatangannya disambut baik oleh Direktur Utama PT. Cahaya Buana Group, Simarba Atong, Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, SH,Sik, Msi, Bupati Kabupaten Bogor, Hj. Nurhayanti, SH, MM, M.Si, Dandim, Camat dan para Muspika serta seluruh karyawan pabrik.
Kunjungan kerja ini tidak ada tujuan politis, hanya meninjau dan memastikan kesiapan pihak perusahaan dalam rangka menyambut lebaran Iedul Fitri 1437 Hijriyah. Karena semua perusahaan yang berada di Indonesia merupakan penopang perekonomian Negara dalam laju pertumbuhan ekonomi dunia.
Dalam sambutannya, Ade Komarudin merasa senang dan sangat bersyukur sekali bisa mengunjungi PT. CBG tersebut. "Kunjungan saya disini untuk melakukan peninjauan mengenai melambatnya perputaran ekonomi dunia, yang berpengaruh dampaknya terhadap ekonomi indonesia, juga mensosialisasikan bagi perusahaan yang belum membayar terkait pajak, insya Allah pemerintah akan memberikan pengampunan, segera kita terbitkan Undang-Undang (UU) pengampunan pajak," tuturnya.
Ade Komarudin juga menambahkan, "Saya yakin tidak ada kisruh yang terjadi di PT. CBG, karena saya lihat dari karyawannya yang ceria, sehat, itu berarti ada komunikasi dan terjalin hubungan yang baik antara pihak managemen perusahaan dengan para pekerjanya, saya sangat percaya pada Atong," ujar Ade Komarudin disambut riuh tepuk tangan para hadirin.
Sementara itu, menurut Direktur Utama PT. Cahaya Buana Group, Simarba Atong mengenai perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini, dijelaskan olehnya sangatlah berpengaruh dampaknya terhadap perusahaan, bukan hanya sedikit tapi cukup lumayan banyak. "Produk yang kami hasilkan (produksi) bukanlah kebutuhan utama melainkan kebutuhan kedua, jadi dampaknya terasa sekitar 20 persen penurunan dari daya serap pembeli karena penghasilan (income) masyarakat yang tengah terpuruk, sehingga dengan berat hati pihak management perusahaan melakukan pengurangan karyawan sekitar 10 persen," terang Atong.
"Namun dari segi kebutuhan untuk hak dan kesejahteraan karyawan tetap selalu kami prioritaskan," ungkapnya lagi menambahkan.
"Ada beberapa momentum yang membuat peningkatan angka produksi hingga penjualan, seperti hari raya lebaran, Natal, kenaikan kelas dan saat kampanye," tandas Atong.
Menurut Serikat Pekerja Independent (SPI) Kabupaten Bogor, mewakili seluruh karyawan PT. CBG mengaku selama mekanisme dan regulasi diterapkan dengan baik dan para tenaga kerja memenuhi apa yang sudah menjadi kewajibannya terhadap perusahaan dengan bekerja secara profesional, maka sangatlah jelas tidak pernah terjadi gonjangan dan gesekan antara para pekerja (Karyawan) dengan pihak management perusahaan.
Sedangkan dari segi kesejahteraan dan hak para pekerja mereka karyawan PT. CBG merasa cukup puas dengan apa yang selama ini dipenuhi oleh pihak management.
"Kita akan selalu terus memperjuangkan hak-hak para karyawan dan terus mensupport para pekerja PT. CBG serta akan selalu memberikan masukan positif kepada pihak management perusahaan," Ujar salah seorang pengurus SPI kepada Demokrasi News. (A. Zarkasih)












0 komentar:
Posting Komentar