DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen Terkesan Tidak Bekerja Alias Mandul

Written By admin on Kamis, 14 Juli 2016 | 13.27


KAB. BIREUEN (Aceh), DemokrasiNews.com - Terlihat jelas di lokasi tempat dilarangnya parkir kendaraan roda empat dikawasan jalur tempat keluarnya Bus angkutan umum yang melintas setiap hari melalui jalur itu, menjadi penilaian yang bobrok bagi dinas perhubungan kabupaten Bireuen.

Jalur keluarnya mobil bus itu kini sudah mulai tidak mulus lagi, dikarenakan banyak angkutan umum roda empat yang parkir di tempat terlarang. Hampir setiap hari para supir dan pengendara lain saling mengeluarkan bahasa yang tidak pantas. Di akibatkan arus jalan itu sering sekali macet. Di saat para bus raksasa seperti mobil bus pelagi, anugrah dan simpati star melintas di jalan itu.

Namun saat ditemui beberapa penjaga loket yang tidak ingin namanya di publikasikan, Rabu (13/07) sore mengatakan, “Para supir mobil bus raksasa itu hampir setiap hari kuwalahan, karena jalan keluar masuk terminal Bireuen banyak sekali angkutan roda empat yang parkir di area terlarang. Kami sangat berharap dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen. Agar segera menertibkan para supir-supir nakal yang sering parkir di tempat terlarang.”

”Pihak Dinas jangan tahunya kutip uang saja, itu kerjaan sedikit pun tidak beres dan apa salahnya kalau pihak Dinas arahkan anggota satu orang saja stanbay di lokasi itu, pasti tidak begini,” kata salah satu supir yang tidak ingin namanya di sebutkan.

Parkir kendaraan roda empat di jalur keluarnya terminal Bireuen, masih terlihat amburadul dan sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan bagi pengguna jalan lain nya.

Amburadulnya parkir kendaraan bus penumpang dan kendaraan pribadi di kawasan terlarang dalam kota Bireuen, lantaran tidak adanya penertiban dari pihak Dinas Perhubungan dan Polantas Bireuen. Kalau ada penertiban, tentu dapat diberikan sangsi tegas terhadap pelaku pelanggaran parkir kendaraan roda empat di tempat itu. (M. reza)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS