KAB. BIREUEN (Aceh), DemokrasiNews.com - Konflik internal terus melilit Partai Aceh (PA) menghadapi Pilkada 2017. Tidak saja di level elit, perpecahan juga terjadi di sejumlah daerah, terutama terkait penetapan bakal calon bupati yang akan diusung oleh partai lokal itu.
Sementara di Kabupaten Bireuen soal penetapan bakal calon Bupati Bireuen yang akan diusung PA. Di internal KPA/PA Wilayah Bate Iliek itu, dua kekuatan mulai terjebak konflik terbuka antar sesama eks mantan GAM.
Berbagai konflik internal PA belakangan ini menjadi fakta ironis yang menyandera langkah Mualem menuju kursi Aceh-1. Konflik terbuka tersebut diakui atau tidak, telah menguras energi dan pikiran Muzakir manaf.
Namun konflik internal sudah berkali-kali menerpa PA, kisruh menjelang Pilkada 2017 ini sebagai ujian politik terberat bagi Mualem. Baik konflik di tingkat DPA maupun di tinggkat DPW, bila tidak mampu diredam dalam waktu dekat, Mualem akan kalah telak dalam perburuan kursi Aceh-1.
Seperti salah satu panglima yang kecewa dengan keputusan mualem yang tidak konsekwen, panglima wilayah 1 yang bernama Tarmizi alias Mandala mengambil keputusan mengundurkan diri dari panglima. Karena kecewa kepada pimpinan partai aceh yang dinilai tidak konsekwen.
Ia mengatakan, “Yang lebih memalukan lagi setelah mendeklarasikan pasangan Ruslan-Efendi. Tampa ada pemberitahuan, Ketua partai PA mendeklarasikan pasangan lain yaitu khalili tanpa ada musyawarah.
“Saya kecewa, makanya saya mengambil keputusan untuk mundur, kalau pimpinan berubah begitu bagaimana kita harus menjelaskanya kepada masyarakat, tentu kita juga malu,” kata Mantan panglima daerah 1.
Dan apa saja fasilitas yang saya miliki, semua sudah saya kembalikan seperti stempel dan mobil, semua sudah saya kembalikan. (M. Reza)










0 komentar:
Posting Komentar