JAKARTA, DemokrasiNews.com - Menjelang Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan satu langkah terobosan yang spektakuler. Pak Tito akhirnya melakukan pencopotan jabatan, bahasa halusnya mutasi, terhadap Kapolda Metro Jaya saat ini yang dijabat oleh Irjen Moechgiyarto. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya dan digantikan dengan Irjen M Iriawan, mantan Kapolda Jawa Barat dan Kadiv Propam Polri.
Irjen Moechgiyarto dimutasi menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) dengan pangkat naik satu tingkat, menjadi Komjen, posisi baru ini sebelumnya dijabat oleh Komjen Syafruddin yang kini menjabat sebagai Wakapolri
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jendral Boy Rafli Amar membenarkan pergantian jabatan itu. "Iya benar, (Moechgiyarto) diganti oleh Pak Iriawan," ujarnya saat dihubungi Demokrasi News, Jumat, 16 September 2016.
Boy menuturkan pergantian tersebut sudah diresmikan melalui surat telegram Kapolri yang diterbitkan hari ini dengan nomor ST/1253/IX/2016. Adapun untuk pergantian resminya direncanakan berlangsung pekan depan. "Kalau minggu ini sepertinya tidak mungkin," ucapnya.
Selain itu, dalam surat telegram tersebut, tercatat ada pergantian Kapolda Aceh yang sebelumnya dijabat Inspektur Jenderal M. Husein Hamidi digantikan Brigadir Jenderal Rio Septianda Djambak, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kapolda Aceh. Adapun Inspektur Jenderal Husein kini dimutasi sebagai perwira tinggi di Mabes Polri, disebabkan memasuki masa pensiun.
Sebab Irjen Moechgiyarto dicopot
Kapolda Metro Jaya, Irjen Moechgiyarto dicopot karena ia dianggap gagal selama kurang lebih setahun masa tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya. Dalam pelaksanaan pengamanan ibukota negara, Irjen Moechgiyarto dianggap kurang gesit dan lincah dilapangan. Selain tak ada prestasi yang ditorehnya, ia banyak menuai keluhan dari warga DKI Jakarta yang tak puas dengan kinerja dan gaya kepemimpinannya yang dianggap melempem dalam upayanya melaksanakan penegakkan hukum yang tebang pilih, bertentangan dengan spirit Korps Bhayangkara sebagai induk semang tempatnya bernaung.
Beberapa kasus yang paling mencolok dan memalukan bagi Institusi Kepolisian yaitu yang Pertama, ia tak mampu berbuat apa-apa ketika ia dimaki oleh Ahmad Dhani melalui akun Twitternya dengan sebutan cuk (makian khas Suroboyoan). Bukan hanya itu saja, Ahmad Dhani pun mengancamnya ojo nengdi-nengdi, tak parani awakmu (Jangan kemana-mana lu, gua samperin lu). Ancaman dan makian Ahmad Dhani kepada Irjen Moechgiyarto itu gegara truk tronton dan peralatan musik miliknya yang akan ia pakai buat demo di KPK diamankan Polisi.
Yang kedua, Irjen Moechgiyarto seolah-olah membiarkan aksi anarkis FPI pada malam takbiran yang lalu, dimana para anggota FPI yang pawai keliling Jakarta menenteng samurai, golok, dan saling lempar batu tanpa berupaya melakukan penertiban, dalam upayanya menegakkan hukum sebagai seorang pemimpin aparat kemananan di ibukota negara. Irjen Moechgiyarto yang dikenal dekat dengan pentolan FPI, Habib Riziek, dimana akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, pernah mengunggah fotonya yang tengah berjalan berdampingan dengan Habib Rizieq dengan status cuitan, "Kapolda Metro Jaya silaturahmi berkunjung ke kediaman Habib Riziq”. itu akhirnya dicopot jabatannya melalui surat telegram Kapolri dengan nomor ST/1253/IX/2016 tertanggal Jumat, 16 September 2016.
Prestasi Irjen M Iriawan
Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen M Iriawan. Jenderal lulusan Akpol tahun 1984 yang satu ini akrab dipanggil Iwan Bule. Beliau lebih banyak bertugas dalam bidang reserse kriminal. Ia jago dan lihai soal urusan koordinasi dan pengamanan dilapangan. Irjen M Iriawan yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, lalu dipromosikan menjadi Kadiv Hukum Polri ini dikenal sangat keras dan disegani oleh para anak buahnya. Beliau pernah menampar salah satu anggotanya, lantaran mobil Polisi yang dipakainya kotor dan jorok.
Prestasi menonjol lainnya yaitu ketika ia berhasil memulangkan terpidana kasus pajak, Gayus Tambunan dari Singapura ke Indonesia. Semasa menjabat sebagai Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Irjen M Iriawan pernah menangani Kasus yang super pelik dan heboh dulu, yaitu kasus penembakan terhadap Nasrudin yang melibatkan Ketua KPK saat itu, Antasari Azhar. Namun Iwan Bule tetap profesional dalam bekerja mulai dari menyiapkan berkas perkara hingga sampai pada P21.
Kasus Antashari Azhar itu pula yang membuat karirnya bersinar dan melejit di Korps Bhayangkara itu. Iwan Bule lalu meraih Bintang Satu dan ia dipromosikan menjabat sebagai Dir.Binmas Mabes Polri. Sejak saat itu kariernya semakin bersinar di Kepolisian. Prestasi lainnya yang membuat namanya semakin disegani, yaitu ia berhasil menyelesaikan kasus kerusuhan Roi-Roka di Bima dan kasus kerusuhan Sumbawa pada tahun 2013. Ia juga berhasil menyukseskan pengamanan Pilkada di NTB, mulai dari proses pelaksanaan kampanye, pemungutan suara, hingga pelantikan kepala daerah terpilih. Ia punya Motto dalam hidupnya, yaitu "Tangan yang Merangkul".Dengan motto hidupnya yang ia terapkan dalam karirnya di Kepolisian, ia berhasil mengukir sederet prestasi melalui ketaatannya kepada Institusi Polri.
Selamat kepada Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen M Iriawan. Semoga bapak lebih tegas dan keras dalam penegakkan hukum di ibukota negara ini, tanpa pandang bulu dan tebang pilih, karena pada dasarnya sebagai prajurit Bhayangkara, penegakan hukum harus tetap dijunjung tinggi berlandaskan asas profesionalitas dilapangan. Salam homat juga buat pak Kapolri Tito Karnavian yang telah mengambil langkah yang cepat dan tepat dengan mendengar keluhan dan aspirasi warga DKI Jakarta. (LJ044/Singgih)











0 komentar:
Posting Komentar