Solo, DemokrasiNews.com - Panglima Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro
Mayor Jenderal Sunindyo menilai basis pendukung ISIS (Islamic State of
Iraq and Syria) di Jawa Tengah ada di Kota Solo dan sekitarnya.
Penilaian tersebut berdasarkan munculnya sejumlah grafiti dukungan
terhadap ISIS di beberapa lokasi seperti di Solo, Sukoharjo dan
Karanganyar.
"Kami memang mewaspadai daerah Solo dan sekitarnya. Kalau benar ada, biar polisi yang bertindak," ujar Sunindyo saat melakukan kunjungan kerja di Karanganyar belum lama ini.
Kapolda menegaskan, meski waspada pihaknya tidak akan memerintahkan anak buahnya untuk menyisir kawasan yang dicurigai menjadi lokasi pendukung ISIS.
"Kami serahkan ke Kepolisian. Kalau ada yang dicurigai, sudah ada aspek hukumnya. Polisi yang akan bertindak," ujarnya lagi.
Menurut Sunindyo tugas TNI hanya membantu polisi, misalnya ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya ISIS. Untuk keperluan tersebut, dia telah memerintahkan 35 ribu anggotanya di Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro untuk aktif turun ke masyarakat.
"Babinsa harus meningkatkan kewaspadaan dan ikut memberitahu masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ISIS yang sudah dilarang pemerintah," tegasnya.
Babinsa, lanjut Sunindyo, juga diminta rutin mendatangi sekolah-sekolah dan pondok pesantren untuk menanamkan jiwa nasionalisme.
"Bisa saja dengan meminta siswa atau santri melakukan upacara bendera dan hormat ke bendera merah putih," pungkasnya.










0 komentar:
Posting Komentar