Jakarta - DemokrasiNews.com
Munculnya berbagai elemen yang mengusulkan nama-nama menteri untuk
kabinet Jokowi-JK ternyata tidak diikuti oleh semua pihak. Salah satu
lembaga yang menolak untuk memberi usul nama-nama menteri bagi Jokowi-JK
adalah lembaga Pusaka Trisakti.
Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti Fahmi Habcy, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/8) menyatakan dirinya tidak tertarik mengusulkan nama-nama kabinet karena sudah percaya sepenuhnya pada Jokowi-JK untuk memilih putra terbaik bangsa.
"Kapal pinisi yang dinahkodai mereka akan mengarungi samudera permasalahan bangsa kompleks luar biasa," kata Fahmi.
Walau demikian, dia menekankan bahwa apa pun usulan nama menteri yang ada, syarat mutlak awak dalam kabinet tersebut, selain faktor profesionalitas, juga harus diperhatikan rekam jejak, chemistry, dan loyalitas untuk berjuang ekstra keras bersama Jokowi-JK. Hal itu penting demi menyukseskan agenda dan program kedepan.
"Yang pasti jika kita ingin membawa Indonesia melompat, maka kabinet harus dipastikan bersih dari para menteri yang bertabiat Sengkuni, dasamuka, durna. Tanpa loyalitas tinggi itu, Pak Jokowi-JK akan menghadapi kesulitan yang sama dihadapi SBY sekarang dalam mengkordinasikan kabinet," tandasnya.
"Proses pilpres yang berlangsung kemarin bisa menjadi catatan bagi Jokowi-JK untuk mengamati banyak hal dan kinerja masing-masing individu. Jadi yang mana bisa diajak bekerja ekstra keras mewujudkan visi-misi beliau," tambah Fahmi yang dikenal kerap berseteru puisi dengan Fadli Zon itu.
Fahmi juga mengapresiasi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang berjasa mengotorisasi pencapresan Jokowi, tapi tetap berkomitmen untuk menyerahkan pembentukan kabinet pada Jokowi-JK sendiri.
"Ketulusan dan keluhuran budi Bu Mega harus menjadi teladan bagi semua yang mendukung Jokowi-JK," pungkas Fahmi.
Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti Fahmi Habcy, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/8) menyatakan dirinya tidak tertarik mengusulkan nama-nama kabinet karena sudah percaya sepenuhnya pada Jokowi-JK untuk memilih putra terbaik bangsa.
"Kapal pinisi yang dinahkodai mereka akan mengarungi samudera permasalahan bangsa kompleks luar biasa," kata Fahmi.
Walau demikian, dia menekankan bahwa apa pun usulan nama menteri yang ada, syarat mutlak awak dalam kabinet tersebut, selain faktor profesionalitas, juga harus diperhatikan rekam jejak, chemistry, dan loyalitas untuk berjuang ekstra keras bersama Jokowi-JK. Hal itu penting demi menyukseskan agenda dan program kedepan.
"Yang pasti jika kita ingin membawa Indonesia melompat, maka kabinet harus dipastikan bersih dari para menteri yang bertabiat Sengkuni, dasamuka, durna. Tanpa loyalitas tinggi itu, Pak Jokowi-JK akan menghadapi kesulitan yang sama dihadapi SBY sekarang dalam mengkordinasikan kabinet," tandasnya.
"Proses pilpres yang berlangsung kemarin bisa menjadi catatan bagi Jokowi-JK untuk mengamati banyak hal dan kinerja masing-masing individu. Jadi yang mana bisa diajak bekerja ekstra keras mewujudkan visi-misi beliau," tambah Fahmi yang dikenal kerap berseteru puisi dengan Fadli Zon itu.
Fahmi juga mengapresiasi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang berjasa mengotorisasi pencapresan Jokowi, tapi tetap berkomitmen untuk menyerahkan pembentukan kabinet pada Jokowi-JK sendiri.
"Ketulusan dan keluhuran budi Bu Mega harus menjadi teladan bagi semua yang mendukung Jokowi-JK," pungkas Fahmi.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/FAB
Sumber: Beritasatu










0 komentar:
Posting Komentar