![]() |
| Ilustrasi hotel. (sumber: Freedigitalphotos/ Salvatore Vuono) |
Jakarta - DemokrasiNews.com
Sepanjang tiga tahun, 2014-2016, Jakarta dan sekitarnya diserbu 77 hotel berbintang dengan kapasitas 15.188 kamar. Nilai investasi yang dirogoh untuk pembangunan hotel tersebut sedikitnya mencapai Rp 7 triliun dengan asumsi investasi per kamar rata-rata Rp 475 juta.
Kalangan investor menganggap bisnis hotel masih moncer seiring dengan terus bertumbuhnya sektor ekonomi dan pariwisata, serta pertemuan bisnis yang kian gencar.
Demikian rangkuman pendapat dari Account Manager STR Global Christy Megawati, Direktur Utama PT Adhi Persada Properti Ipuk Nimpuno, Director of Sales & Marketing The Ritz Calrton Jakarta-Mega Kuningan Harry M Suryadharma, Corporate Promotion Officer Santika Indonesia Hotels & Resort Lisda Ratna Juwita, Partnership and Media Manager Tauzia Hotel Management Pratiwi Sasotya, dan Corporate Public Relations Manager PHM Hospitality Yulia Maria, yang dihubungi secara terpisah di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Sepanjang 2014-2016 tambahan hotel berbintang di Jakarta dan sekitarnya sebanyak 77 hotel. Pertumbuhan ekonomi, iklim usaha bisnis yang kondusif disertai permintaan pasar menjadi faktor pendukung pertam bahan jumlah hotel tersebut,” papar Christy Megawati.
Jenis hotel yang masuk tersebut, kata dia, terdiri atas beragam segmen hotel, yakni mulai dari bintang tiga hingga hotel super mewah. Mayoritas investasi menyasar hotel segmen bintang tiga hingga bintang empat.
"Kami lebih banyak menambah Amaris Hotel karena sesuai kebutuhan pasar yang lebih memilih untuk menginap di hotel budget dengan fasilitas memadai namun harga terjangkau,” urai Lisda Ratna Juwita.
Kelompok Santika bakal menambah 20-an hotel di Jakarta dan sekitarnya sepanjang tiga tahun ke depan.
Penulis: EDO/FER
Sumber:Investor Daily-Beritasatu










0 komentar:
Posting Komentar