DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Sampah Areal RSUD Kabupaten Bekasi Kandung Limbah B3, Direktur RSUD Sebut Pegawainya Khilaf

Written By admin on Rabu, 17 September 2014 | 21.57



Kabupaten Bekasi, DemokrasiNews.com – Seolah tidak ada jeranya dengan kegiatan yang nyeleneh, itulah predikat yang pantas disandang Direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr Syahroni. Betapa tidak, teguran halus dan keras kerap didapat jajaran direksi RSUD dari berbagai kalangan, baik masyarakat maupun anggota DPRD Kabupaten Bekasi terkait kinerja serta pelayanan yang tidak maksimal.

Kini, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) itu kembali berulah dengan membuang sisa jarum suntik dan beberapa peralatan medis lainnya disembarang tempat. Hal ini terungkap ketika ditemui tumpukan sampah areal yang berada di lahan parkir motor RSUD oleh awak media, seperti beberapa jarum suntik bekas, kapas, masker, botol infus dan beberapa alat medis lainnya ditemukan menjadi satu dengan sampah areal. Diduga sampah tersebut masuk dalam kategori limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Demokrat Taih Minarno, menyesalkan tindakan sembrono yang dilakukan pihak rumah sakit milik Pemkab Bekasi itu. Menurut Taih, semestinya pengelolaan sisa alat medis dilakukan secara khusus karena dapat menyebabkan penularan penyakit dan mengganggu lingkungan, “Sampah areal dan sisa alat medis yang sudah tidak terpakai itu berbeda, dan penanganannya pun berbeda, jika dicampurkan dapat membahayakan,” tandas Taih ketika dihubungi via seluler (17/9).

Politisi berlambang mercy ini menyebut pihak RSUD tidak profesional karena ceroboh dalam penanganan sampah, “Bupati mesti menegur direktur RSUD dan jajarannya bahkan bila perlu panggil biar ada efek jera,” ujar Taih.

Tanggapan berbeda dilontarkan direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr Syahroni yang menyebut pihaknya khilaf atas temuan beberapa sisa alat medis itu, “Saya akan kroscek dulu kebenarannya, jika memang ada sisa alat medis menjadi satu dengan sampah areal, ya mungkin itu semata kekhilafan pegawai kami,” kilah dr Syahroni melalui seluler (17/9).

Dalam manajemen pengelolaan sampah, sambung lelaki yang akrab dipanggil dr Roni, pihaknya memiliki mesin incerator yang digunakan untuk melebur sisa alat medis. 

Kendati telah diketahui adanya alat medis yang tercampur dengan sampah areal, dr Roni menilai hal
itu dilihat dari sisi kuantitasnya, jika alat yang ditemukan sedikit, dampaknya relatif kecil.

“Mengenai dampak ya itu kan relatif, lagi pula untuk apa kami membuang sisa alat medis sembarangan, kan kami sudah punya incerator,” bebernya sembari menyarankan awak media agar menghubungi Kasubag Umum, Jajang, guna kelanjutan informasinya. 

Namun ketika dihubungi, Jajang tidak menjawab telp maupun short message service media ini. (Handika Nuralam)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS