Kabupaten Bekasi, DemokrasiNews.com – Terkait sampah areal yang kedapatan beberapa alat bekas medis, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi enggan disalahkan. Bahkan, melalui Kasubag Umum, Jajang direksi RSUD menyalahkan pihak cleaning servis yang ditugaskan menjaga kebersihan rumah sakit.
Dalam keterangan yang disampaikan, Jajang menuding kelalaian dalam membuang peralatan sisa medis mutlak merupakan kesalahan pihak ketiga yang menjadi mitra kerja kebersihan RSUD. Diketahui bahwa perusahaan yang menjadi mitra RSUD dalam kebersihan ialah perusahaan milik anak mantan Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Suwarno.
“Kami sudah sampaikan kepada semua jajaran RSUD saat apel senin pagi (22/9), terkait beberapa alat medis yang tercampur dengan sampah areal, dan itu kami rasa adalah kesalahan cleaning servis. Karena tidak mungkin kami ceroboh mencampurkan alat sisa medis dengan sampah biasa,” kilah Jajang saat ditemui di ruangannya, (23/9). Menurutnya, selain pihak swasta yang mempekerjakan cleaning servis, Jajang juga menyalahkan pihak Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi yang tidak tanggap dalam pengelolaan sampah, “Dinas kebersihan juga kurang tanggap dalam penyediaan bak sampah, mestinya mereka juga bertanggungjawab dalam hal ini,” celotehnya.
Selain soal sampah, kata Jajang melanjutkan, direktur RSUD dr, Syahroni juga menyampaikan agar seluruh jajarannya terutama bagian pelayanan dan pendaftaran agar tidak memungut biaya, terlebih bagi pengguna BPJS, “Soal pungli juga sudah kami sampaikan ke semua jajaran, dan kami akan memanggil nama yang telah mengutip biaya pada salah satu pasien pengguna BPJS,” katanya menambahkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa beberapa waktu lalu ditemukan sejumlah sisa alat medis yang membaur dalam kantong plastik sampah areal yang terdapat di parkiran motor. Menurut direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr Syahroni yang menyebut pihaknya khilaf atas temuan beberapa sisa alat medis itu, “Saya akan kroscek dulu kebenarannya, jika memang ada sisa alat medis menjadi satu dengan sampah areal, ya mungkin itu semata kekhilafan pegawai kami,” kilah dr Syahroni melalui seluler (17/9).
Dalam manajemen pengelolaan sampah, sambung lelaki yang akrab dipanggil dr Roni, pihaknya memiliki mesin incenerator yang digunakan untuk melebur sisa alat medis. Kendati telah diketahui adanya alat medis yang tercampur dengan sampah areal, dr Roni menilai hal itu dilihat dari sisi kuantitasnya, jika alat yang ditemukan sedikit, dampaknya relatif kecil, “Mengenai dampak ya itu kan relatif, lagi pula untuk apa kami membuang sisa alat medis sembarangan, kan kami sudah punya incerator,” bebernya sembari menyarankan awak media agar menghubungi Kasubag Umum, Jajang, guna kelanjutan informasinya. Namun ketika dihubungi, Jajang tidak menjawab telp maupun short message service media ini. (alam)










0 komentar:
Posting Komentar