Kota
Bekasi, DemokrasiNews.com - Kota Bekasi sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibukota
Negara terus berupaya mewujudkan ketentraman dan ketertiban, salah satu
dari upaya Pemerintah Kota Bekasi yaitu dengan menyelenggarakan Forum
Discusion Group (FDG) antar umat beragama, Hotel Horizon Bekasi, Kamis,
(20/11).
Penyelenggaraan
FDG yang diprakarsai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(KESBANGPOL) Kota Bekasi mengundang seluruh elemen masyarakat,tokoh
masyarakat dan pemuka agama yang ada di Indonesia, baik itu konghucu,
Budha, Islam, Kristen, dan Hindhu.
Wakil Walikota Bekasi H.Akhmad Syaikhu beserta Kapolresta Kota Bekasi Kombes Pol Rudi Setiawan, SiK, sangat mengapresisasi Forum ini, ia mengungkapkan bahwa FDG antar umat beragama adalah wujud kecil dari pengaplikasian Bhineka Tunggal Ika.
Wakil Walikota Bekasi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Kota Bekasi adalah Kota homogen yang terdiri dari bermacam macam suku, “ jadi bila ingin melihat wujud kecil suku yang ada di Indonesia lihatlah Kota Bekasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kebhinekaan justru akan menambah khazanah kita tentang bagaimana memecahkan permasalahan tampa adanya kekerasan,” sesungguhnya wujud dari salah satu Visi dan Misi Kota Bekasi yaitu Ihsan adalah menciptakan harmonisasi antar umat beragama dan kunci dari harmonisasi itu adanya dari pemuka - pemuka agama, “ tambahnya.
Ia mencontohkan KH.Noer Ali, dari salah satu sumber mengatakan, ia mendapatkan bantuan untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan bantuan itu di dapatnya dari seorang non pribumi, inilah bentuk kebersamaan di Kota Bekasi , yang tercermin dari para pendahulu yang patut kita jalankan hingga hari ini.
Bentuk toleransi beragama yang baik adalah dengan memahami peran interaksi sosial serta berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tampa adanya sekat – sekat agama yang membedakan dan masing masing pihak saling mengendalikan diri, memahami dan menyediakan ruang untuk saling menghormati satu dengan yang lain, ungkapnya.
Ia juga berharap agar sikap toleransi yang telah dibangun oleh para pendahulu agar didengungkan kembali agar refleksi nilai nilai yang menjadi kesepakatan bangsa sebagai landasan dan orientasi berbangsa dan bernegara kembali bisa kita wujudkan, untuk meminimalisasi berpudarnya nilai toleransi dikalangan generasi saat ini.
“Dengan kearifan lokal dan keberagaman yang ada Insya allah kita mampu menumbuh kembangkan kembali nilai – nilai kebersamaan dan nilai nilai yang terukir di dalam pancasila yang menjadi pemersatu kita dalam menegakkan NKRI, “ Harapnya. (Denny)
Wakil Walikota Bekasi H.Akhmad Syaikhu beserta Kapolresta Kota Bekasi Kombes Pol Rudi Setiawan, SiK, sangat mengapresisasi Forum ini, ia mengungkapkan bahwa FDG antar umat beragama adalah wujud kecil dari pengaplikasian Bhineka Tunggal Ika.
Wakil Walikota Bekasi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Kota Bekasi adalah Kota homogen yang terdiri dari bermacam macam suku, “ jadi bila ingin melihat wujud kecil suku yang ada di Indonesia lihatlah Kota Bekasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kebhinekaan justru akan menambah khazanah kita tentang bagaimana memecahkan permasalahan tampa adanya kekerasan,” sesungguhnya wujud dari salah satu Visi dan Misi Kota Bekasi yaitu Ihsan adalah menciptakan harmonisasi antar umat beragama dan kunci dari harmonisasi itu adanya dari pemuka - pemuka agama, “ tambahnya.
Ia mencontohkan KH.Noer Ali, dari salah satu sumber mengatakan, ia mendapatkan bantuan untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan bantuan itu di dapatnya dari seorang non pribumi, inilah bentuk kebersamaan di Kota Bekasi , yang tercermin dari para pendahulu yang patut kita jalankan hingga hari ini.
Bentuk toleransi beragama yang baik adalah dengan memahami peran interaksi sosial serta berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tampa adanya sekat – sekat agama yang membedakan dan masing masing pihak saling mengendalikan diri, memahami dan menyediakan ruang untuk saling menghormati satu dengan yang lain, ungkapnya.
Ia juga berharap agar sikap toleransi yang telah dibangun oleh para pendahulu agar didengungkan kembali agar refleksi nilai nilai yang menjadi kesepakatan bangsa sebagai landasan dan orientasi berbangsa dan bernegara kembali bisa kita wujudkan, untuk meminimalisasi berpudarnya nilai toleransi dikalangan generasi saat ini.
“Dengan kearifan lokal dan keberagaman yang ada Insya allah kita mampu menumbuh kembangkan kembali nilai – nilai kebersamaan dan nilai nilai yang terukir di dalam pancasila yang menjadi pemersatu kita dalam menegakkan NKRI, “ Harapnya. (Denny)










0 komentar:
Posting Komentar