Cimahi, DemokrasiNews.com - Empat tahun lalu, di PORDA XI Jawa Barat, atlet-atlet menembak Kota
Bogor tidak berhasil mempersempahkan medali emas. Bidikan Ega Nurizki
di kelas Air Rifle Hunting Men dan Mulyadi di kelas Rapid Firte hanya
berbuah perunggu. Alhasil, hanya 2 perunggu yang berhasil dibawa atlet
menembak sampai akhir pelaksanaan PORDA XI Jawa Barat.
Di tempat yang sama, Lapangan Tembak Cisangkan, Cimahi, cerita empat tahun lalu berubah 180 derajat. Sekarang, satu medali emas dan satu medali perak sukses dihasilkan dari bidikan atlet-atlet menembak Kota Bogor. Adalah Rizki Anjarwati dan Ashry Jumanoviawan yang sukses mempersembahkan satu emas dan satu perak tersebut.
Ke duanya tampil di nomor yang sama, yaitu air riffle women dan sekaligus menghadirkan persaingan sengit di antara ke duanya. Menurut Sekretaris Kontingen yang juga pelatih menembak, Benninu Argobie, Ashry sebenarnya berhasil unggul di babak kualifikasi dibandingkan Rizki. "Ashry mencatat angka 388 point dan Rizki mencatat angka 380 point," cerita Ben.
Di babak final, lanjut Ben, Rizki balik unggul atas Ashry dan enam petembak lain yang tampil di final. "Dari 20 tembakan, Rizki mengumpulkan 200,3 point; Ashry meraih 198,4 point; dan Ovyn, petembak kabupaten Bogor meraih 175,8 point," paparnya.
Sebenarnya, menembak memiliki peluang besar menambah koleksi emas pada PORDA kali ini. Hal itu berkembang ketika Senin kemarin, petembak kota Bogor, Ipung, sukses memecahkan rekor nasional pada babak kualifikasi. Namun, dewi fortuna belum berpihak ketika di final Ipung hanya berada di posisi ke empat.
Tambahan satu emas dan satu perak ini membuat pundi-pundi medali kota Bogor berada di angka 24 emas, 21 perak, dan 36 perunggu. Hasil ini pun turut memperkuat posisi kota Bogor di perebutan empat besar pada PORDA XII Jawa Barat. (MD)










0 komentar:
Posting Komentar