Kota Bekasi, DemokrasiNews.com - Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi membuka dan meresmikan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi tahun anggaran 2016, Kamis, (12/3) di Aula Asrama Haji Embarkasi Bekasi.
Para peserta Musrenbang RKPD ini dari para kepala SKPD, pejabat struktural Pemkot Bekasi eselon III dan pejabat yang membawahi bidang perencanaan. Selain itu, hadir para camat, lurah, delegasi kecamatan, lembaga sosial masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi masyarkat dan kepemudaan, para akademisi serta mitra kerja Pemkot Bekasi yakni DPRD Kota Bekasi.
Musrenbang menjadi agenda kegiatan Pemkot Brkasi untuk memfasilitasi usulan warga masyarakat demi pembangunan diwilayahnya. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi mengakomodasi penyampaian usulan masyarakat tersebut dengan meng-input usulan tersebut masuk dalam sistem e-planing yang diharapkan lebih transparan dan efisien dalam perencanaan pembangunan Kota Bekasi. Sebelum penginputan data, melalui musyawarah tersebut, masyarakat sendiri yang menentukan prioritas pembangunan yang akan dilakukan.
Sementara, dalam musrenbang RKPD yang digekar selama satu hari ini menjadi sarana mempertajam dan memprioritaskan program pembangunan dari hasil Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat forum SKPD yang waktu itu juga diikuti sebagian besar anggota DPRD Kota Bekasi.
Pada tahun 2016, Pemerintah Kota Bekasi memprioritaskan pembangunan di bidang infrastruktur dan utilitas berdasarkan pokok-pokok RPJMD Kota Bekasi 2013-2018. Oleh karena itu, musyawarah tingkat kota yang kali ini digelar lebih banyak memprioritaskan pembangunan infrastuktur. Di forum musrenbang tingkat kota juga dilanjutkan dengan rapat pleno dibagi menjadi tiga bidang yakni, bidang fisik, bidang sosial budaya dan bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setelah rapat pleno Muarenbang RKPD selesai, diharapkan Pemkot Bekasi memperoleh output berupa daftar penyempurnaan program prioritas pembangunan Kota Bekasi sebagai dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plapon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2016 yang akan disampaikan kepada DPRD Kota Bekasi.
Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi mengatakan mengapresiasi kegiatan musrenbang RKPD kali ini. Dan ia berharap musrenbang RKPD menjadi tonggak perencanaan program pembangunan yang baik dan mampu mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat.
"Usulan masyarakat dan prioritas mulai tingkat kelurahan kecamatan dibawa camat ke forum RKPD. Dan saat ini musrenbang kota. Oleh karena itu sangat ideal musrenbang ini mereoresentasikan kepentingan masyarakat. Prioritas ini selanjutnya diolah, direncanakan, disusun, disajikan dan dibahas bersama dengan Ketua, wakil ketua dan seluruh anghota DPRD Kota Bekasi mewakili masyarakat Kota Bekasi," ungkap Rahnat Effendi.
Hanya saja, ia menyayangkan sebagian besar para camat belum memperoleh daftar rencana kegiatan diwilayahnya. Untuk itu ia menekankan pentingnya sinergitas antara camat, lurah dan UPTD SKPD yang berada di tingkat kecamatan sehingga mampu menjawab kebutuhan earga masyarakat.
"Saya tekankan camat dan lurah lah yang punya program di wilayah. Para Kepala UPTD terkait sesuai tugas dan kewenangannya ditugaskan membantu peran camat dan lurah. Sinergitas komunikasi ini yang penting untuk bersama menyelesaikan persoalan di wilayah," kata DR. Rahmat Effendi yang saat itu didampingi Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu.
"Sinergitas kelembagaan ini menjadi poin penting keberhasilan proses pembangunan. Kita tidak mengejar kesempurnaan hanya semampu kita menyempurnakan proses yang sedang kita kerjakan dan rencanakan selanjutnya," harap Walikota Bekasi DR. Rahmat Effendi.
Para peserta Musrenbang RKPD ini dari para kepala SKPD, pejabat struktural Pemkot Bekasi eselon III dan pejabat yang membawahi bidang perencanaan. Selain itu, hadir para camat, lurah, delegasi kecamatan, lembaga sosial masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi masyarkat dan kepemudaan, para akademisi serta mitra kerja Pemkot Bekasi yakni DPRD Kota Bekasi.
Musrenbang menjadi agenda kegiatan Pemkot Brkasi untuk memfasilitasi usulan warga masyarakat demi pembangunan diwilayahnya. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi mengakomodasi penyampaian usulan masyarakat tersebut dengan meng-input usulan tersebut masuk dalam sistem e-planing yang diharapkan lebih transparan dan efisien dalam perencanaan pembangunan Kota Bekasi. Sebelum penginputan data, melalui musyawarah tersebut, masyarakat sendiri yang menentukan prioritas pembangunan yang akan dilakukan.
Sementara, dalam musrenbang RKPD yang digekar selama satu hari ini menjadi sarana mempertajam dan memprioritaskan program pembangunan dari hasil Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat forum SKPD yang waktu itu juga diikuti sebagian besar anggota DPRD Kota Bekasi.
Pada tahun 2016, Pemerintah Kota Bekasi memprioritaskan pembangunan di bidang infrastruktur dan utilitas berdasarkan pokok-pokok RPJMD Kota Bekasi 2013-2018. Oleh karena itu, musyawarah tingkat kota yang kali ini digelar lebih banyak memprioritaskan pembangunan infrastuktur. Di forum musrenbang tingkat kota juga dilanjutkan dengan rapat pleno dibagi menjadi tiga bidang yakni, bidang fisik, bidang sosial budaya dan bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setelah rapat pleno Muarenbang RKPD selesai, diharapkan Pemkot Bekasi memperoleh output berupa daftar penyempurnaan program prioritas pembangunan Kota Bekasi sebagai dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plapon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2016 yang akan disampaikan kepada DPRD Kota Bekasi.
Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi mengatakan mengapresiasi kegiatan musrenbang RKPD kali ini. Dan ia berharap musrenbang RKPD menjadi tonggak perencanaan program pembangunan yang baik dan mampu mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat.
"Usulan masyarakat dan prioritas mulai tingkat kelurahan kecamatan dibawa camat ke forum RKPD. Dan saat ini musrenbang kota. Oleh karena itu sangat ideal musrenbang ini mereoresentasikan kepentingan masyarakat. Prioritas ini selanjutnya diolah, direncanakan, disusun, disajikan dan dibahas bersama dengan Ketua, wakil ketua dan seluruh anghota DPRD Kota Bekasi mewakili masyarakat Kota Bekasi," ungkap Rahnat Effendi.
Hanya saja, ia menyayangkan sebagian besar para camat belum memperoleh daftar rencana kegiatan diwilayahnya. Untuk itu ia menekankan pentingnya sinergitas antara camat, lurah dan UPTD SKPD yang berada di tingkat kecamatan sehingga mampu menjawab kebutuhan earga masyarakat.
"Saya tekankan camat dan lurah lah yang punya program di wilayah. Para Kepala UPTD terkait sesuai tugas dan kewenangannya ditugaskan membantu peran camat dan lurah. Sinergitas komunikasi ini yang penting untuk bersama menyelesaikan persoalan di wilayah," kata DR. Rahmat Effendi yang saat itu didampingi Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu.
"Sinergitas kelembagaan ini menjadi poin penting keberhasilan proses pembangunan. Kita tidak mengejar kesempurnaan hanya semampu kita menyempurnakan proses yang sedang kita kerjakan dan rencanakan selanjutnya," harap Walikota Bekasi DR. Rahmat Effendi.
Editor: Sukardi
CopyRight@2015










0 komentar:
Posting Komentar