Jakarta, DemokrasiNews.com – Pada hari Senin (7/09), Endhar Wanto sebagai koodinator wilayah Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL-PP) yang di tugaskan sejak tanggal 20/08/2015 bersama anggotanya terlihat kesulitan saat melakukan pembongkaran rumah warga kampung pulo yang sudah di kosongkan oleh pemiliknya, dan pembongkaran hanya menggunakan peralatan seadanya berupa linggis dan palu besar (bolgem) seberat 5 kilo, sementara sampai di turunkannya berita ini masih ada 10 rumah warga yang belum di bongkar secara manual dan rata-rata bangunan permanen.
"pembongkaran ini di lakukan secara manual oleh anggota kami sebanyak 20 orang dari walikota Jakarta timur di tambah 5 orang pertiap kecamatan di wilayah Jakarta Timur," Endhar Wanto menjelaskan.
Pembongkaran sebagian rumah warga ini memang terpaksa di lakukan secara manual di karenakan tidak ada akses untuk masuk alat berat karena gang terlalu sempit, dan exchafator tidak dapat menjangkau ke area rumah warga Kampung Pulo yang terletak di sisi timur bantaran kali ciliwung Rt.09/01 kelurahan kampung melayu yang tepatnya di belakang Rumah Sakit Pusat Hermina Jatinegara Jakarta Timur. (masron)
"pembongkaran ini di lakukan secara manual oleh anggota kami sebanyak 20 orang dari walikota Jakarta timur di tambah 5 orang pertiap kecamatan di wilayah Jakarta Timur," Endhar Wanto menjelaskan.
Pembongkaran sebagian rumah warga ini memang terpaksa di lakukan secara manual di karenakan tidak ada akses untuk masuk alat berat karena gang terlalu sempit, dan exchafator tidak dapat menjangkau ke area rumah warga Kampung Pulo yang terletak di sisi timur bantaran kali ciliwung Rt.09/01 kelurahan kampung melayu yang tepatnya di belakang Rumah Sakit Pusat Hermina Jatinegara Jakarta Timur. (masron)










0 komentar:
Posting Komentar