ACEH TIMUR (Aceh), DemokrasiNews.com - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR-Aceh Timur) mengecam Bupati Aceh Timur, H. Hasballah M. Thaib terkait pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh Timur. Hal itu disampaikan oleh direktur PAKAR Aceh Timur, Teuku Oktaranda, S.H. kepada Tim Demokrasi News, Senin (23/11/2015).
Menurut aktivis PAKAR itu, belum pantas Pekan Kebudayaan Aceh Timur diselenggarakan, hal itu dikarenakan masih banyak hal-hal lain yang harus diutamakan dan mendesak untuk dilakukan oleh Pemerintah Aceh Timur.
Dirincikannya, “Pembangunan rumah kaum duafa, anak yatim dan fakir miskin yang semestinya diutamakan, permasalahan itu hingga hari ini masih banyak yang belum tuntas, kemudian masih ada sejumlah anak yang putus sekolah dan masyarakat belum menempati rumah yang layak huni serta masih banyak pengaguran,” ujar Okta putra asli Aceh Timur.
Lanjutnya, “Hasil kajian pakar aceh timur, adanya temuan terhadap penerima bantuan rumah Duafa tidak tepat sasaran dan bukan yang berhak, jika ditinjau dari kemaslahatan dan katagori mendesak, hal ini disinyalir ada oknum yang bermain dalam pembagian jatah. Kemudian hampir semua desa di Aceh Timur, pemudanya belum memiliki pekerjaan, sehingga mereka terpengaruh dengan narkoba, ada yang mengkonsumsi dan mengedarkannya, itu menjadi jalan pintas bagi sebagian mereka yang menganggur untuk memenuhi kebutuhan hidup.”
“Nah, seharusnya Bupati Roky tidak mengutamakan pembagunan fisik saja serta mengadakan kegiatan-kegiatan perayaan berlebihan yang banyak menghabiskan dana, hingga Bupati Roky lupa dengan pembagunan SDM dan ekonomi rakyat kecil,” tegas Oktaranda.
Hasil pengamatan PAKAR selama kepemerintahan Bupati Roky memang banyak melakukan pembagun fisik yang jelas dapat kita lihat, dalam hal ini PAKAR memberikan apresiasi kepada Bupati Aceh Timur, namun pembagun mental masyarakat sangat kurang, hal itu dapat dibuktikan dengan kurang dukungan pemerintah setempat terhadap Ormas atau OKP yang ada di Aceh Timur.
PAKAR Aceh Timur minta kepada Bupati Roky selaku pemegang kekuasaan di Aceh Timur untuk lebih mementingkan kesejahteraan rakyat kecil, karena keberhasilan pemerintah bukan dinilai dari pembagunan fisik semata, tetapi seluruh masyarakatnya makmur dan sejahtera,” katanya. (faz)










0 komentar:
Posting Komentar