DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Luar Biasa …!!! Wanita Pejuang Kurdi Tak Takut ISIS

Written By admin on Selasa, 08 Desember 2015 | 16.48


DAMASKUS, DemokrasiNews.com – Kurdish Yekineyen Parastina Gel (YPG) atau Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi merupakan salah satu kelompok pemberontak rezim Presiden Suriah Bashar al Assad. Organisasi demokratis sosialis ini muncul setelah Perang Saudara meletus di Suriah dan mulai menyebar ke Suriah Kurdistan yang sekarang dikenal sebagai Rojava atau Kurdistan Barat.

Para pejuangnya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk warga Suriah, Asiria, dan Kristen Armenia. Sebagian kecil lagi adalah sukarelawan dari Amerika dan Eropa yang bergabung untuk berjuang melawan ISIS. Tidak hanya dari kalangan lelaki, pejuang Kurdish YPG juga terdiri dari para wanita pejuang yang dikenal dengan nama Unit Perlindungan Perempuan Kurdi (YPG’s Female Units).

Wanita pejuang muda YPG didoktrin dengan ideologi pemimpin mereka yang karismatik, yakni Abdullah Ocalan, pemimpin Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang mengolaborasikan pemikiran marxis dan pemberdayaan perempuan.

Salah satunya, Beritan Khabat (20) dari Derek, Suriah. Perempuan yang satu ini bergabung dengan YPG sejak empat tahun lalu. Alasannya satu, untuk melindungi tanah airnya dan mengakhiri penindasan terhadap wanita.

"Saya melawan ISIS di Jezza dan Serikani. Wanita dari YPG tidak takut ISIS," seru Beritan, seperti dikutip dari Times, Selasa (8/12/2015).

Kebanyakan wanita pejuang kurdi ini berusia relatif muda. Ketangguhan dan keberanian mereka di medan perang layak disandingkan dengan kaum lelaki.

"Kita hidup di dunia, di mana kaum wanita didominasi oleh kaum laki-laki. Kami (kaum wanita) di sini untuk mengendalikan masa depan kami sendiri,” kata Torin Khairegi (18) yang juga pejuang YPG.

Wanita ini membuktikan keberaniannya dengan menghantam seorang militan ISIS di Ayn al Arab. Teroris itu terluka dan ditinggal lari oleh teman-temannya. Namun, Torin tidak meninggalkannya tergeletak begitu saja. Ia menghampiri korbannya dan menguburkan dengan layak.

“Saya sekarang merasa bahwa saya sangat kuat dan dapat mempertahankan rumah saya, teman-teman saya, negara saya, dan diri saya sendiri. Banyak dari kami telah menjadi martir, dan saya tidak melihat jalan lain selain melanjutkan perjuangan ini," ujarnya.

Pangkalan utama anggota Kurdish YPG sendiri terletak di Serikani, Suriah. Mereka berlatih tempur hampir setiap hari di sana.

Bagi para wanita pejuang, bergabung dengan pasukan YGP Kurdi tidaklah mudah. Padahal, mereka juga perlu mempertahankan diri.

"Perang banyak memengaruhi hidup saya. Sebelumnya, setiap kali saya bicara soal politik, keluarga saya akan mengatakan: 'Itu bukan urusanmu, kau hanya seorang gadis.' Tapi ketika saya melihat bagaimana para wanita YPG mengabdikan hidup mereka untuk apa yang mereka percayai, saya tahu bahwa saya ingin menjadi salah satu dari mereka," tutur Barkhodan Kochar (16), wanita pejuang asal Darbasi, Suriah.

Di Suriah, anggota YPG yang tewas akibat bertempur dengan ISIS dimakamkan di pelataran rumah penduduk setempat. Mereka dikebumikan secara bersama di satu tempat.

Rojin, adik dari wanita pejuang YPG bernama Cicek Derek (17) yang meninggal dalam pertempuran di Kobani, Suriah, selalu teringat pesan kakaknya sebelum meninggal.

"Ketika ibu saya mengatakan kepada Cicek: 'Kumohon tinggallah bersama ibu.’ Dia menjawab: 'Aku pergi dari rumah untuk berjuang bagi semua ibu di dunia. Saya tidak bisa tinggal di sini'," pesannya.

Derek adalah satu dari ratusan wanita pejuang Kurdi yang maju berperang melawan ISIS dan menuntut kemerdekaan dari Turki. Sebuah selendang bermotif pelangi menjadi satu-satunya peninggalan Derek. Jasadnya tak dapat dibawa kembali oleh saudara-saudara seperjuangannya. Keluarga hanya bisa menggantungkan sebuah foto di ranting pohon untuk mengenang perempuan tangguh tersebut.  (Berita dikutip oleh: L. Juhari, from: Okezone.com & Time)


0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS