KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Dengan mengambil tempat Hotel Horisson Bekasi, jalan KH. Noer Alie Kalimalang ujung Bekasi Selatan. Digelar Musyawarah Kota (Muskota) IV Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi dengan mengambil tema, 'Penguatan peran Kadin Kota Bekasi terhadap pertumbuhan ekonomi usaha kecil dan menengah dalam mengatasi pengaruh kebijakan pasar Global.' Terpantau Demokrasi News suasana forum sempat memanas dan menegang, pada Selasa (29/03).
Pasalnya, forum yang sekaligus diadakannya pemilihan Ketua Umum Kadin yang baru, bermunculan nama-nama calon ketua, yang tentunya terjadi pro dan kontra. Melalui surat keputusan nomor 007/SKEP-KDN/20121/XII/2015 Tentang pembentukan panitia Mukota IV Kadin Kota Bekasi Tahun 2016 dan dilaksanakan oleh Dewan pengurus Kadin Kota Bekasi yang terdiri atas Panitia Penyelenggara, Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana. Berkisar 12 jam acara berlangsung, sempat molor waktu, didalamnya telah terjadi dinamika politis dalam rangka mendukung calon yang diusung masing-masing agar bisa mencapai pucuk pimpinan yang ditujunya.
Adapun yang hadir saat acara berlangsung, terpantau, selain peserta (Utusan perusahan anggota Kadin - red), ada juga undangan seperti Ketua Kadin Provinsi Jabar, Kapolsek Bekasi Selatan dan tampak pula mafia dan calo proyek meramaikan hajatan tersebut.
Empat orang kandidat yang ikut bertarung merebutkan kursi jabatan Ketua Kadin Kota Bekasi, Adapun ke empat calon yang telah disahkan oleh tim verifikasi diantaranya adalah, H. Choiril Astari, Andi Iswanto Salim, Iqbal Daut Hutapea, dan terakhir adalah Maemunah yang tak lain berstatus incumbent.
Setelah ditempuh jalan acara yang cukup menegangkan dan sempat memanas serta dikhawatirkan bakal kacau, diprediksikan oleh beberapa pihak namun, ternyata bisa terkendali, berjalan dengan lancar, aman dan kondusif. Itulah dinamika demokrasi. Walau kenyataannya ada pihak yang bergembira menyambut kemenangan dan ada juga sebaliknya yang bersedih, bahkan ada yang benar-benar kecewa dan panas hati. Acara tetap berlangsung dari awal hingga selesai.
Ketika dimintai keterangan oleh para kuli tinta seorang calon yang kalah bertarung sempat berkomentar pedas dan miring, bahkan menuding adanya permainan yang tidak sportif telah terjadi, diduga dilakukan oleh tim sukses demi pemenangan calon yang mereka usung. "Saya mau pulang saja, tak mau peduli lagi dengan organisasi itu," jawab seorang kandidat yang kecewa, saat disapa malam itu.
Menang kalah itu biasa, namun seharusnya sportif, itu mungkin yang ingin disampaikan oleh seorang calon (kandidat) yang menjadi kecewa karna merasa sudah berlelah lelah dan maksimal malah harus menelan kenyataan pahit. "Saya bukan harus berserah lagi, melainkan saya menyerah, siapapun yang menang gak bener caranya," ujar (AS) saat diwawancarai malam itu. Besar kemungkinan narasumber menjawab pertanyaan kuli tinta, berdasarkan emosi yang tidak terbendung.
Terlepas dari semua dinamika yang telah terjadi, dipastikan telah terpilih secara sah Ketua Kadin Kota Bekasi masa bhakti 2016 hingga 2021 yang baru, yakni H. Choiril Astari dengan suara terbanyak. Dalam wawancaranya dengan Demokrasi News Choiril mengatakan akan menyusun Formatur potensial secara sistemik dan tetap menghargai kekecewaan kandidat lain serta tidak mau berlebihan dalam menyikapinya.
"Dalam berorganisasi berbeda pandangan itu biasa, setelah itu Insya Allah kita tidak ada apa-apa lagi. Karena semua temen-temen, semua merupakan kawan-kawan kita, jadi mari kita bersama-sama membina, membangun Kadin Kota Bekasi, bekerjasama dengan pemerintah tentunya," tutur Choiril.
"Dan progres kedepannya akan melakukan konsolidasi internal, ini penting. Karena apa? kita menempatkan posisi-posisi orang-orang yang akuntabel dan potensial sesuai dengan basic-nya sehingga Kadin berjalan dengan baik dan lebih maju," ungkapnya.
Besar harapan dari banyak pihak, pejabat yang baru dapat menjalankan dan mengamalkan tugas dan fungsi dengan sebaik - baiknya. Dengan tabah, jujur dan setia, disesuaikan dengan filosofi yang tertera pada lambang Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dalam hal ini diwilayah Pemerintahan Kota Bekasi melalui Smart City dan mendukung program konsep Pemkot Bekasi untuk mencapai perubahan Ekonomi, Ekspor dan investasi. (A. Zarkasih)
Pasalnya, forum yang sekaligus diadakannya pemilihan Ketua Umum Kadin yang baru, bermunculan nama-nama calon ketua, yang tentunya terjadi pro dan kontra. Melalui surat keputusan nomor 007/SKEP-KDN/20121/XII/2015 Tentang pembentukan panitia Mukota IV Kadin Kota Bekasi Tahun 2016 dan dilaksanakan oleh Dewan pengurus Kadin Kota Bekasi yang terdiri atas Panitia Penyelenggara, Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana. Berkisar 12 jam acara berlangsung, sempat molor waktu, didalamnya telah terjadi dinamika politis dalam rangka mendukung calon yang diusung masing-masing agar bisa mencapai pucuk pimpinan yang ditujunya.
Adapun yang hadir saat acara berlangsung, terpantau, selain peserta (Utusan perusahan anggota Kadin - red), ada juga undangan seperti Ketua Kadin Provinsi Jabar, Kapolsek Bekasi Selatan dan tampak pula mafia dan calo proyek meramaikan hajatan tersebut.
Empat orang kandidat yang ikut bertarung merebutkan kursi jabatan Ketua Kadin Kota Bekasi, Adapun ke empat calon yang telah disahkan oleh tim verifikasi diantaranya adalah, H. Choiril Astari, Andi Iswanto Salim, Iqbal Daut Hutapea, dan terakhir adalah Maemunah yang tak lain berstatus incumbent.
Setelah ditempuh jalan acara yang cukup menegangkan dan sempat memanas serta dikhawatirkan bakal kacau, diprediksikan oleh beberapa pihak namun, ternyata bisa terkendali, berjalan dengan lancar, aman dan kondusif. Itulah dinamika demokrasi. Walau kenyataannya ada pihak yang bergembira menyambut kemenangan dan ada juga sebaliknya yang bersedih, bahkan ada yang benar-benar kecewa dan panas hati. Acara tetap berlangsung dari awal hingga selesai.
Ketika dimintai keterangan oleh para kuli tinta seorang calon yang kalah bertarung sempat berkomentar pedas dan miring, bahkan menuding adanya permainan yang tidak sportif telah terjadi, diduga dilakukan oleh tim sukses demi pemenangan calon yang mereka usung. "Saya mau pulang saja, tak mau peduli lagi dengan organisasi itu," jawab seorang kandidat yang kecewa, saat disapa malam itu.
Menang kalah itu biasa, namun seharusnya sportif, itu mungkin yang ingin disampaikan oleh seorang calon (kandidat) yang menjadi kecewa karna merasa sudah berlelah lelah dan maksimal malah harus menelan kenyataan pahit. "Saya bukan harus berserah lagi, melainkan saya menyerah, siapapun yang menang gak bener caranya," ujar (AS) saat diwawancarai malam itu. Besar kemungkinan narasumber menjawab pertanyaan kuli tinta, berdasarkan emosi yang tidak terbendung.
Terlepas dari semua dinamika yang telah terjadi, dipastikan telah terpilih secara sah Ketua Kadin Kota Bekasi masa bhakti 2016 hingga 2021 yang baru, yakni H. Choiril Astari dengan suara terbanyak. Dalam wawancaranya dengan Demokrasi News Choiril mengatakan akan menyusun Formatur potensial secara sistemik dan tetap menghargai kekecewaan kandidat lain serta tidak mau berlebihan dalam menyikapinya.
"Dalam berorganisasi berbeda pandangan itu biasa, setelah itu Insya Allah kita tidak ada apa-apa lagi. Karena semua temen-temen, semua merupakan kawan-kawan kita, jadi mari kita bersama-sama membina, membangun Kadin Kota Bekasi, bekerjasama dengan pemerintah tentunya," tutur Choiril.
"Dan progres kedepannya akan melakukan konsolidasi internal, ini penting. Karena apa? kita menempatkan posisi-posisi orang-orang yang akuntabel dan potensial sesuai dengan basic-nya sehingga Kadin berjalan dengan baik dan lebih maju," ungkapnya.
Besar harapan dari banyak pihak, pejabat yang baru dapat menjalankan dan mengamalkan tugas dan fungsi dengan sebaik - baiknya. Dengan tabah, jujur dan setia, disesuaikan dengan filosofi yang tertera pada lambang Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dalam hal ini diwilayah Pemerintahan Kota Bekasi melalui Smart City dan mendukung program konsep Pemkot Bekasi untuk mencapai perubahan Ekonomi, Ekspor dan investasi. (A. Zarkasih)










0 komentar:
Posting Komentar