DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

MAHASISWA : “TURUNKAN BUPATI BEKASI”

Written By admin on Kamis, 28 April 2016 | 12.31


KAB. BEKASI, DemokrasiNews.com - Sedikitnya 80 lebih mahasiswa dari berbagai kampus turun aksi ke jalan pada sore hari di depan gedung juang '45 tambun, kabupaten Bekasi, (27/04/16).

Abu bakar ketua Bem Pelita Bangsa mengungkapkan, “Mahasiswa dari berbagai kampus ini menngatas namakan Aliansi Kampus Sebekasi (AKSI), menyatakan bahwa saat ini BEKASI ‘Belum Merdeka’ seperti yang tertuliskan di spanduk putih. dua spanduk putih yang dibawa mahasiswa bertuliskan Bekasi Belum Merdeka dan Turunkan Bupati Bekasi ini juga dipergunakan sebagai tempat tanda tangan warga atas dukungan untuk Turunkan Bupati Bekasi, hal tersebut dinyatakan, karena kesenjangan sosial yang dinilai sangat tinggi dan bertolak belakang dengan kekayaan dan potensi yang dimiliki kabupaten Bekasi.”

Angka BPS tahun 2014 dan 2015 menyatakan angka kemiskinan dan pengangguran yang begitu tinggi. ironisnya, kabupaten Bekasi sebagai daerah industri terbesar se-asia tenggara, belum lagi sektor migas, perikanan, pertanian dan sebagainya.

"Kabupaten Bekasi adalah daerah industri terbesar se-asia tenggara bukan se-indonesia, pengeboran minyak dan gas ada disini oleh PT. BBWM, tambak bandeng kami terbaik di muara gembong, pertanian terhampar luas, namun ironisnya angka kemiskinan sangatlah tinggi," terang Abu saat berorasi.

Atas realitas inilah sejumlah mahasiswa menuntut agar Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin dituntut Turun dari jabatannya seperti yang tertera dalam spanduk "Turunkan Bupati Bekasi."

"Bupati Bekasi sebagai kepala daerah mempunyai peranan penting dalam kesinambungan kesejahteraan masyarakat Bekasi, karena gagalnya memimpin daerah, kami minta untuk Turunkan Bupati," tutupnya.

Selain itu, Rizky Eza, mahasiswa dari Unsika yang turut hadir dalam aksi mengungkapkan, “Kabupaten Bekasi penyetor pajak terbesar se-jawa barat ke pusat, sekitar 78 triliun pertahunnya, namun jauh berbeda dengan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pusat, tidak sampai 2 triliun atau kurang dari 3%, hal ini disebabkan lemahnya komunikasi pemerintah daerah yang di kepalai Bupati terhadap Pemerintah Pusat."

Aksi ini berlangsung damai di depan gedung juang sampai pukul 17.00 dan dijaga ketat pihak kepolisian sektor tambun selatan. disamping itu mahasiswa pun membagikan lembar agitasi dan mengecrek dana revolusi Bekasi untuk aksi lanjutan di kantor Pemkab Bekasi.

Mahasiswa dari kampus STT pelita bangsa, STIE Pelita Bangsa, STIE Mulya Pratama, UNSIKA,  ISTB, Presiden University, Duta Bangsa, STAI Nur Elghazi, STMIK Pranata Indonesia, STAI KH Agus Salim, UNISMA,  dan STKIP Cikarang.  (Ahmad Nuriman)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS