KAB. BIREUEN (Aceh), DemokrasiNews.com - Pengawas dan panitia sekolah Ujian Nasional (UN) mengikuti sosialisasi di aula lama sekdakap Bireuen selasa (29/3/2016). Sosialisasi ini diikuiti 327 peserta, terdiri 226 pengawas, 26 panitia sekolah, 26 Kasek SMA, 49 tim monitoring.
Dalam laporannya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah mengatakan, “semua kalangan pendidikan baik di Dinas Pendidikan dan Kakamenag harus memiliki persepsi yang sama mensuksekan UN yang lebih baik.”
Lanjutnya, “kepada para kepala sekolah dan pengawas ujian agar dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini agar dapat dilaksanakan dengan penuh semangat kejujur, agar dapat melahirkan seorang siswa yang handal dan berkualitas, Dan kepada kepala sekolah dan guru tidak melayani oknum orang tertentu yang meminta agar anaknya diluluskan dengan syarat tertentu, ini akan menjadi beban besar bagi si anak didik itu sendiri saat ia mendaftar ke perguruan tinggi,” harapnya.
Sementara itu Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud menyampaikan, “Saya selaku pemangku pemerintah Kabupaten Bireuen, mengharapkan kapada para kepala sekolah agar prestasi pendidikan menjadi yang terbaik dan pendidikan adalah modal utama dalam merubah karakter bangsa untuk menjadi yang terbaik secara komprehensif.
Tambahnya, “Apalagi di kabupaten kebanggaan ini pendidikan terus kita laksanakan secara islami di sekolah. Artinya siswa wajib melaksanakan shalat dan yasinan di sekolah-sekolah, dengan ini kita menciptakan karakter siswa yang islami,” ujarnya.
Dalam rangka menghadapi UN tahun ini, saya sangat mengharapkan peran kepala sekolah, guru dalam menghasilkan kelulusan yang lebih baik sehingga menjadi contoh teladan Aceh serta nasional tentunya dengan UN yang jujur,” ungkap Bupati Ruslan.
Acara sosialisasi UN 2016 itu turut hadir Kabid Dikmenjur, Drs T Syukri, M Pd, Kasi SMA Zamzami, S Pd dengan menghadirkan ratusan pengawas UN. (fau)
Dalam laporannya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah mengatakan, “semua kalangan pendidikan baik di Dinas Pendidikan dan Kakamenag harus memiliki persepsi yang sama mensuksekan UN yang lebih baik.”
Lanjutnya, “kepada para kepala sekolah dan pengawas ujian agar dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini agar dapat dilaksanakan dengan penuh semangat kejujur, agar dapat melahirkan seorang siswa yang handal dan berkualitas, Dan kepada kepala sekolah dan guru tidak melayani oknum orang tertentu yang meminta agar anaknya diluluskan dengan syarat tertentu, ini akan menjadi beban besar bagi si anak didik itu sendiri saat ia mendaftar ke perguruan tinggi,” harapnya.
Sementara itu Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud menyampaikan, “Saya selaku pemangku pemerintah Kabupaten Bireuen, mengharapkan kapada para kepala sekolah agar prestasi pendidikan menjadi yang terbaik dan pendidikan adalah modal utama dalam merubah karakter bangsa untuk menjadi yang terbaik secara komprehensif.
Tambahnya, “Apalagi di kabupaten kebanggaan ini pendidikan terus kita laksanakan secara islami di sekolah. Artinya siswa wajib melaksanakan shalat dan yasinan di sekolah-sekolah, dengan ini kita menciptakan karakter siswa yang islami,” ujarnya.
Dalam rangka menghadapi UN tahun ini, saya sangat mengharapkan peran kepala sekolah, guru dalam menghasilkan kelulusan yang lebih baik sehingga menjadi contoh teladan Aceh serta nasional tentunya dengan UN yang jujur,” ungkap Bupati Ruslan.
Acara sosialisasi UN 2016 itu turut hadir Kabid Dikmenjur, Drs T Syukri, M Pd, Kasi SMA Zamzami, S Pd dengan menghadirkan ratusan pengawas UN. (fau)










0 komentar:
Posting Komentar