DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

TRISAKTI BUNG KARNO MELALUI PAGELARAN SENI BUDAYA SUNDA, DAULAT PUTI JADI CAGUB

Written By admin on Senin, 18 April 2016 | 09.09


KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Penyelenggaraan acara pagelaran pentas seni budaya Sunda, kesenian tradisional Jaipongan Group Putri Sinar Jaya pimpinan Ma Engkar dari Kabupaten Karawang Jawa Barat (Jabar), meriah dan sangat menghibur, para hadirin dari tamu undangan serta masyarakat sekitar lokasi acara.

Dengan semangat Trisakti Bung Karno yakni, Berdaulat dalam politik, Berdikari dibidang Ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Acara diselenggarakan di halaman gedung yayasan Chandrabhaga Kertajaya, jalan raya Mustika Jaya Nomor 12 Kota Bekasi, pada Sabtu (16/04) Malam.

Seni dan budaya dalam artian luas memiliki pemahaman yang menyatu dengan proses pembentukan cita rasa dan kepribadian manusia terhadap waktu dan alam jagad raya. Sebagai sebuah proses seni dan budaya saat ini telah mengalami suatu keadaan transformasi. Dan manusia sebagai pelaku pencetus lahirnya seni dan budaya telah termanipulasi oleh perkembangan zaman atau larut terkontaminasi dalam kebudayaan modern mancanegara.

Proses perkembangan zaman saat ini membuat kita lupa akan seni dan budaya leluhur yang merupakan prototype dan asal usul lahirnya sebuah sejarah seni dan kebudayaan bangsa. Acara diawali dengan seremonial menyalakan 45 buah obor secara simbolis oleh H. Mochtar Mohamad mengambarkan Filosofi Kemerdekaan Tahun '45, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khitmad para hadirin menjalani acara, disusul pembacaan Naskah teks Pancasila oleh Ronny Hermawan.


Puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar dengan apik dibawakan oleh fraksi partai PPP, Ibu Lili dan Bang Ral Sereal Ali dari Fraksi Partai Hanura. Sambutan Ketua Panitia, Tumpak Sidabutar, SE yang mengatakan maksud dan tujuan pagelaran seni budaya Sunda ini menumbuhkan kepedulian dan kesadaran peran aktif masyarakat serta pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan seni dan budaya tradisional Indonesia.

"Kami berusaha membangkitkan semangat generasi muda untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian seni dan budaya melalui pagelaran kesenian Tradisional Jaipongan, memberikan informasi dan publikasi secara luas kepada masyarakat tentang salah satu kesenian dan kebudayaan Sunda ini," tuturnya.

Tumpak pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat memberikan pengayoman yang komprehensif dan berkelanjutan bagi kesenian Tradisional Jaipongan yang merupakan sebagai asset budaya bangsa.

"Berangkat dari kesadaran untuk mempertahankan seni dan budaya tradisional inilah kami selaku panitia pelaksana dan bersama masyarakat Mustika Jaya bermaksud melalui pagelaran pentas seni budaya sunda sebagai gambaran untuk mempertahankan dan mengangkat kembali kekayaan seni dan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur yang melekat sebagai karakter. Dan juga sebagai ajang berpromosi sekaligus berpartisipasi dalam mempertahankan nilai sejarah, seni dan budaya Indonesia," terang Tumpak.

Meningkatkan dan mengembangkan pelaksanaan pagelaran seni budaya sejenis kedepannya untuk lebih produktif, effisien dan efektif melalui pengembangan SDM sehingga mampu membawa pentas seni dan budaya pada pagelaran pentas tingkat dunia.

Terpantau Demokrasi News, H. Mochtar Mohamad yang dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan kegiatan pentas seni budaya Sunda berkat kerjasama semua pihak dengan nuansa kebersamaan, dan tentunya seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Pengembangan budaya kesenian harus selalu konsisten dan yang pasti berkelanjutan serta berkesinambungan tentunya," Ucapnya.

Dalam pidato sambutannya Mochtar juga mengungkapkan sudah bertemu dengan Ibu Megawati dan Bapak Guntur untuk meminta kesiapan Mbak Puti. "Apakah nanti sebagai Gubernur DKI Jakarta atau Gubernur Jawa Barat, teknisnya akan dibahas nanti," kata mantan Wali Kota Bekasi ini, dalam kesempatan orasi di hadapan politisi dan warga masyarakat di acara yang berlangsung meriah itu.

Dalam kesempatan ini, selain dikenal sebagai anggota DPR, Puti merupakan politisi dengan daerah pemilihan (dapil) di Jawa Barat seperti Ciamis, Pangandaran, dan Banjar. Didaulat seperti itu, Puti memang tidak akan menolaknya, selama itu merupakan tugas yang diberikan kepada dirinya.

"Selama itu merupakan perintah partai, saya akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya, tapi sampai sekarang, belum ada perintah itu," ucapnya pada kesempatan yang sama.

Cucu Proklamator Republik Indonesia Soekarno, Puti Guntur Soekarno tersebut memberikan sinyal kesiapannya diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 mendatang. Sinyal kesiapan itu disampaikan putri tunggal Guntur Soekarno dalam konferensi pers di sela-sela acara Pagelaran Seni Budaya Sunda ini.

“Saya berpolitik tidak memiliki ambisi kekuasaan. Saya tidak pernah punya target untuk menduduki jabatan ini dan itu. Bagi saya berpolitik adalah sarana untuk bisa memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” kelit Anggota Komisi X DPR RI itu. Namun, Puti menegaskan, sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya siap ditugaskan dimanapun termasuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. "Jika rakyat menghendaki dan partai menugaskan, maka saya siap untuk mengemban amanah,” tegas Puti.

Perempuan bernama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno, bukan orang baru di politik. Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut duduk sebagai anggota DPR RI pada tahun 2009 dari Daerah Pemilihan Jabar X, yang meliputi Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar.

Pada Pemilu 2014, dia kembali terpilih dari Dapil yang sama. Selama dua periode, dia ditugaskan di Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga dan Perpustakaan.

Selama ini, Puti dikenal sebagai “trah tersembunyi” Bung Karno yang konsisten menggali idelogi Bung Karno. Salah satunya adalah menjadi pembicara tentang Pancasila yang diprakarsai Asia Japan Research Center Universitas Kokushikan Tokyo Jepang pada Juli 2015.

Sementara itu, penggagas acara Pagelaran Budaya Sunda, H. Mochtar Mohamad mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Puti Guntur Soekarno untuk memberikan pencerahan politik mengenai Trisakti Bung Karno. “Mbak Puti ini keturunan biologis dan ideologis Bung Karno. Beliau memiliki rekam jejak politik yang baik dan ideologi yang kokoh,” kata Mochtar.

Menurut Mochtar, desakan untuk Puti Guntur Soekarno maju sebagai Calon Gubernur DKI dari arus bawah terus menguat. Puti dianggap figur yang pas untuk memimpin DKI Jakarta. “Mbak Puti ini bisa menjadi figur pemersatu kaum nasionalis. Tapi semua kami serahkan sepenuhnya kepada Mbak Puti apakah beliau bersedia atau tidak diusung sebagai Calon Gubernur DKI. Karena tokoh-tokoh Jawa Barat juga menghendaki beliau untuk maju sebagai Cagub Jawa Barat,” ujar Mochtar.

Ketika memberikan sambutan pada Pagelaran Pentas Seni Budaya Sunda ini, Puti Guntur Soekarno mengatakan bahwa kebudayaan adalah daya pemikiran suatu masyarakat. "Kerjakanlah tugas dan tanggung jawab tanpa menghitung-hitung, Gotong royong itu lebih dinamis dari kekeluargaan, tidak saling menjelekan rekan dan teman," ujarnya.

Kebudayaan Sunda adalah merupakan salah satu kebudayaan tertua di Indonesia. Pengabdian kapan dan dimana saja, itu yang selalu diajarkan serta ditekankan oleh bung Karno. "Jadi Kesenian Tradisional Jaipongan ini dilihat dari sisi sudut pandang. Baik sebagai identitas Kota Bekasi maupun identitas Nasional namun pembentuk Berkepribadian bangsa yang hakiki ada di hati dan nurani kita," terang Puti lagi menambahkan.

Cucu sang proklamator ini pun berpesan jangan pernah melupakan seni budaya sendiri dan senantiasa Kembali kepada Pancasila. Ditanya soal aspirasi partai terkait dirinya untuk mencalonkan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI, Pemilik nama asli, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno ini pun sangat menyambut baik dukungan tersebut bahkan dia berterima kasih.

"Saya tentunya berterima kasih dan menyambut positif usulan dan aspirasi tersebut," tuturnya,

Namun, sebagai kader PDIP, putri pertama dari Guntur Soekarnoputra ini akan mengikuti mekanisme yang ada. Jika maju sebagai calon gubernur, akan mengikuti mekanisme yang ada dipartai. "Saya sebagai kader PDIP, mematuhi semua mekanisme partai untuk pencalonan Pilgub DKI nanti," terang Puti pada Demokrasi News. (A. Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS