DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

DI TUDING MEMERAS OLEH PIHAK SEKOLAH BRIGH KIDS PRESCHOOL, ORANG TUA KORBAN LAPOR KE AHOK

Written By admin on Jumat, 27 Mei 2016 | 17.57


JAKARTA, DemokrasiNews.com - Insiden penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Brigth Kids Preschool, Maria Peni Uran (MPU) terhadap seorang anak didiknya Wiliam Than (5), kini memasuki babak baru.


Polsek Pademangan Jakarta Utara kembali memanggil pihak keluarga korban untuk mengkonfrontir Keterangannya setelah berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan ditolak.

Dalam pemanggilan kali ini tidak hanya ditujukan kepada keluarga korban, Wiliam Than (WT), Polsek pademangan juga memanggil pelaku Maria Peni Uran, dengan didampingi pengacaranya, Jahmada Girsang beserta Kepala Sekolah (Kasek) Brigth Kids Preshcool dan beberapa Orang guru beserta dua orang murid yang didampingi orang tuanya guna untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Psikolog Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Menolak Konfrontir Korban, Terkait Penganiyayan Oknum Guru Bright Kids Presshool di Polsek Pademangan karena physikis korban masih terganggu (Trauma), terhadap oknum guru yang melakukan penganiayaan.

Demi mendapatkan keadilan dan terkait tidak administratifnya pihak sekolah, akhirnya keluarga korban mengadu ke Ahok. Keluarga korban menghadap Gubernur Provinsi DKI Jakarta, melaporkan terkait kekerasan oknum guru terhadap murid disekolah Bright Kids Preshcool, direspons Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok, panggilan akrab sang gubernur mengatakan dengan berjanji akan Memangil dinas pendidikan terkait untuk memeriksa ijin sekolah tersebut. "Jika kedapatan melanggar izin, serta izinnya tidak benar, akan di tutup sekolah tersebut," tandasnya pada Demokrasi News di Balaikota, Jum'at (27/05) pagi.

Dan Ahok meminta kelurga korban untuk bersabar terkait musibah yang menimpa serta segera untuk melaporkan ke pihak berwajib dan KPAI untuk masalah hukumnya.

Menurut pengacara Korban, Jefri luanmase, SH, Pertemuan di Polsek Pademangan pada hari Kamis, (26/05) kemarin dengan agenda konfrontir. "KPAI juga mengutus P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), namun hasilnya dari pertemuan kali ini tidak bisa di konfrontir," tutur Jefri, dikarenakan sesuai permintaan Psikolog KPAI, meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan terhadap Korban Wiliam Than secara tersendiri di kantor Phisikolog yang berada di kawasan Pulo Gadung, pada Rabu (01/06) lusa.

Akhirnya Psikolog KPAI hanya memeriksa 2 orang murid sekolah Brigh Kids Preschool, yang lain dengan didampingi orang tua masing-masing guna dimintai keterangan.

"Kanwil Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta harus melakukan tindakan tegas dan memberikan sangsi keras kepada guru selaku tenaga pengajar yang telah dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap murid, serta pihak sekolah yang melakukan pembiaran terkait hal ini," tegas Jefri.
(A. Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS