KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Sekolah Victory Plus (SVP) menjadi salah satu sekolah yang melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2016 ini yang ditunjuk langsung oleh Kementerian.
Koordinator Umum Ujian Nasional SVP, Elizabeth Buikia ketika ditemui awak media mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan UNBK.
"Kami ditunjuk langsung oleh kementerian untuk harus UNBK. Itu karena status sekolah kami yang sudah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), atau menggunakan kurikulum asing," tuturnya pada Demokrasi News, Senin (09/05).
Elizabeth juga menjelaskan, “Awalnya pihak SVP merasa keberatan dengan adanya penunjukan pelaksanaan UNBK, karena SVP sudah terdaftar pada dinas pendidikan Kota Bekasi, bahwa akan melakukan UN berbasis kertas (paper based). Namun karena sebelumnya SMA SVP telah melakukan UNBK, maka kita menganggap bahwa ini merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan hal serupa pada jenjang SMP," tuturnya.
Di Kota Bekasi sendiri, ada 2 sekolah berstatus SPK yang diwajibkan melakukan UNBK, yaitu Sekolah Victory Plus dan SMP Global Prestasi. "Lagipula kalau kami tidak ikut UNBK, kami harus membuat surat pengunduran diri dan menyatakan tidak sanggup UNBK. Kami berpikir, ini kesempatan pertama bagi jenjang SMP. Toh kita sudah dilatih untuk pelaksanaan UNBK saat jenjang SMA kemarin. Namun, ya kita harus menyiapkan server yang berbeda dari SMA," terangnya.
UNBK SMP SVP dilaksanakan oleh 69 siswa di ruangan berkapasitas 25 komputer dengan dibagi dalam 3 sesi pelaksanaan. Dimana masing-masing sesi diberikan waktu 120 menit untuk siswa dapat mengerjakan seluruh soal-soal yang diberikan.
"Persesi pelaksanaannya ada 23 siswa, sisa komputer untuk cadangan. Sementara untuk pengawasan, ruangan kami telah dilengkapi CCTV, dan didalam ruangan juga ada 1 guru pengawas, dan 1 tenaga administrasi," tutur Elizabeth.
Elisabeth juga menerangkan, 2 orang teknisi support juga dipersiapkan manakala ada kekhawatiran kerusakan sistem ataupun gangguan teknis lainnya.
"Contohnya tadi pagi, kementerian tiba-tiba mengubah konfigurasi sistem sehingga kami harus sinkronisasi soal terbaru pada pukul 07.23 WIB, padahal sesi pertama harus dimulai pukul 07.30 WIB. Jadi langsung teknisi kami untuk me-reset komputer," jelasnya.
Untuk mencegah kebocoran soal antar siswa juga, SVP menerapkan sistem Holding room, dimana siswa yang sudah selesai mengerjakan soal akan diarahkan ke holding room hingga siswa sesi berikutnya masuk kelas dan tidak sempat berpapasan dengan siswa sesi sebelumnya serta untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pelaksanaan UNBK ini tentunya menjadi salah satu keunggulan dari SVP yang disambut baik oleh para siswa. Karena salah satu keuntungannya adalah siswa tidak perlu khawatir atas resiko UN dalam Papper based, seperti tidak sempurna melingkari jawaban, kertas ujian robek dan sebagainya," terang Elizabeth menutup perbincangan.
Sebelumnya pihak SVP dalam mempersiapkan UNBK itu mendapatkan pelatihan langsung dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan terkait cara pengoperasian sistem komputer berbasis data online. (A. Zarkasih)










0 komentar:
Posting Komentar