JAKARTA, DemokrasiNews.com - Wakasat Sabhara, Kompol Solo Rony Hutapea memimpin langsung apel malam, dalam rangka Operasi Cipta Kondisi 2016, jajaran Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara (Jakut). Operasi yang digelar meliputi operasi antisipasi Bahan Peledak (Handak), tawuran antar warga, Minumn Keras (Miras), penyalah gunaan Narkoba, Begal Kendaraan bermotor (Ranmor), aksi premanisme dan penyakit masyarakat (Pekat) lainnya pada, Selasa (07/06) malam.
Terpantau awak Demokrasi News, dalam giat kali ini meliputi seluruh jajaran kepolisian wilayah hukum Jakut. Antara lain, Kepolisian Sektor (Polsek) Koja, Polsek Cilincing, Polsek Penjaringan, Polsek Kelapa gading, Polsek Pademangan serta Polsek Tanjung Priok.
Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dalam rangka antisipasi segala jenis tindak kejahatan pada malam hari, lebih lagi memasuki bulan suci Ramadhan 1437 Hijriyah ini, Jajaran Polres Metro Jakarta Utara lebih mengoptimalkan Razia dan Patroli malam Ramadhan setelah selesai Shalat Tarawih. Operasi dimulai sejak pukul 11:00 WIB dan digelar pada daerah rawan. Dan untuk malam ini di fokuskan wilayah daerah Kelapa gading.
Bertindak selaku Pamenwas Operasi, Kompol Solo Roni Hutapea didampingi Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, SH, MH ketika memberikan keterangan dilokasi apel depan Pertamina Plumpang, jalan Jenderal Sudirman Semper Jakut mengatakan, “Operasi Cipkon ini guna mengantisipasi wilayah Jakut dari tindakan kejahatan dan penyakit masyarakat seperti tindakan kriminal pada malam hari.”
"Kita telah optimalkan seluruh jajaran Polres Metro Jakarta Utara dalam giat yang sudah berjalan 1 tahun ini, dengan menggelar cipta kondisi (Cipkon), apalagi menjelang bubaran shalat tarawih bulan Ramadhan tahun ini yang rawan terjadi tawuran. Untuk lebih optimal razia ini selalu berpindah-pindah terutama untuk daerah-daerah rawan di Jakut," tutur Hutapea pada Demokrasi News.
Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, SH, MH juga menuturkan operasi ini merupakan antisipasi pihak kepolisian terhadap pekat, seperti razia petasan, miras tetap akan terus digalakan dan dioptimalkan termasuk aksi premanisme dan narkoba.
"Waktu operasi digelar untuk support hampir setiap hari. Dan petugas yang diturunkan mencapai 138 personil, gabungan dari masing-masing Polsek yang mengirimkan anggotanya dengan mekanisme sistem bergerak intel serta menurut pantauan paling rawan," terang Supriyanto menambahkan.
Diungkapkan pula oleh Supriyanto, untuk mengurangi tindakan gesekan masyarakat seperti tawuran, dengan giat ini mampu menekan aksi tawuran antar warga tersebut. Antisipasi kejahatan lainnya dengan mengerahkan 70 pasukan sabhara dengan mengelilingi wilayah hukum Jakarta Utara.
"Operasi giat ini sebenarnya bukan kali ini saja karena cipta kondisi ini sudah berlangsung lama, dengan secara bergilir di setiap Polsek wilayah Jakut dari segala tindakan kejahatan dan kekerasan hingga terpantau menurun drastis," tandasnya menutup perbincangan. (A. Zarkasih)











0 komentar:
Posting Komentar