JAKARTA, DemokrasiNews.com - Dengan tema "Combined Coordination Centre (C3)" dan berkomitmen bersama dalam penyelenggaraan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malindo (Malaysia-Indonesia) Darsasa-9 AB/2016 di Kuantan Pahang Negeri Malaysia yang berfokus pada penanggulangan bencana Humanitarian Assistance Disaster Relief (HADR) dilepas Assisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen Agung Risdhianto, MBA yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) di Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara pada, Kamis (21/07) pagi.
Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkomitmen untuk menyelenggarakan Latgabmal Malindo Darsasa-9 AB/2016 di Kuantan Pahang Malaysia yang berfokus kepada operasi Gabungan Bersama dalam penanggulangan bencana "Humanitarian Assistance Disaster Relief" (HADR), upacara pemberangkatan pasukan ini dimulai pukul 09.00 WIB.
Mayjen TNI Agung Risdhianto, MBA mengatakan bahwa kegiatan latihan gabungan kedua negara ini sebagai antisipasi dalam merespon terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam diwilayah kedua negara. "Langkah-langkah yang diterapkan terhadap kemungkinan ancaman bencana alam khususnya apabila terjadi diwilayah Malaysia dan Indonesia. Angkatan bersenjata kedua negara harus mampu menyiagakan kekuatan, kemampuan dan gelar pasukan," ujar Agung kepada Demokrasi News.
Agung juga menuturkan latar belakang digelarnya latihan ini karena kerusakan lingkungan yang semakin meningkat dan terjadinya pemanasan global diseluruh dunia pada akhir Dasawarsa yang mengakibatkan semakin banyak terjadi bencana. "Bencana yang disebabkan oleh alam maupun buatan manusia semakin meningkat beberapa tahun belakangan ini," ungkapnya.
"Sebagai antisipasi dan juga meningkatkan kesiap siagaan mengatasi ancaman bencana alam, setiap negara telah banyak merumuskan paradigma baru dalam upaya penanggulangan bencana dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk agar dapat mengurangi dampak dari bencana tersebut," terang Agung lagi.
Jumlah personel yang tergabung dalam Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016, ini sebanyak 499 orang personel terdiri dari, 204 Prajurit TNI AD (103 Kostrad, 4 Ditkesad, 92 Ditziad, 2 Sopsad, 3 Pussimpur). 198 Prajurit TNI AL (130 ABK, 8 Crew Hely Bell, 30 Tim SAR Laut, 12 Tim Medis, 3 Medcap, 15 Kogla yakni TTX dan CPX. 52 Prajurit TNI AU (3 Kogla, 9 CPX, 40 FTX). 41 Perwira Mabes TNI (2 Polri Duk Observer), dan 2 PNPB Duk SMEE.
Alutsista yang di bawa menuju Tanjunggelang, Kuantan Pahang Malaysia, TNI AD antara lain, 1 Unit Mobil Satkom Ford Ranger, Peralatan Nubika 1 Truck, 1 Unit Trailer / Decoy, 1 Unit Ransus Nubika, 7 Unit Tenda Rumkit Lapangan, 2 Unit Perahu Karet TNI AD, 1 Unit Mobil Ambulance dan 1 Set Alkap Rumkitlap. TNI AL 1 Unit KRI Banda Aceh 593, 2 Unit LCU, 2 Unit LCVP, 1 Unit Heli Bell dan 2 Unit Sea Rider. Sedangkan TNI AU mengirimkan 1 Unit Pesawat C-130 H Hercules (A-1318) dan 1 Unit Heli Nas - 332 Super Puma (H - 3213).
Maksud dan tujuan dari Latgabma tersebut untuk meningkatkan kerjasama dan memelihara hubungan kesepahaman serta upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia beserta komponen lainnya dalam mewujudkan strategi menanggulangi bencana diwilayah perbatasan dan wilayah kepentingan kedua negara. (A. Zarkasih)













0 komentar:
Posting Komentar