DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS

BERITA UTAMA

Rangkaian Kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia, Menggelar Penyuluhan & Seminar Interaktif HIV-AIDS

Written By admin on Sabtu, 27 Agustus 2016 | 13.52


KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com - Peningkatan epidemiologi HIV-AIDS yang cenderung meningkat setiap tahunnya dimana dua cara penularan utama yang terbukti sangat akurat yakni penularan dengan melalui hubungan seksual tidak aman dan penularan penggunaan jarum suntik tidak steril (terutama bagi para pengguna narkoba suntik).

Hal ini yang perlu diingat bahwa perlu lebih banyak lagi kegiatan sosialisasi dan penyuluhan guna mengurangi penderita HIV-AIDS. Oleh sebab itu, dalam rangka penangulanggan HIV-AIDS di Indonesia dan hari bhakti Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyusun rencana kegiatan dalam rangka hari bhaktinya Rencana kegiatan ini akan disosialisasikan ke-segala instansi pemerintah maupun IDI cabang dan dinas kesehatan guna untuk penangulanggan penyebaran penyakit HIV-AIDS diseluruh pelosok Indonesia.

IDI Cabang Kota Bekasi bekerja sama dengan Unit Pelayanan Teknik Dinas (UPTD) Puskesmas Rawa Tembaga, menggelar Seminar Interaktif yang fokus dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Penyuluhan bertempat di aula Kantor Sekretariat RW 007, jalan Anggrek Raya, Perumnas I, Jakasampurna, Bekasi Barat pada, Sabtu (27/08) petang.

Berdasarkan pantauan Demokrasi News, Acara dihadiri Ketua IDI Kota Bekasi yang diwakilkan oleh, dr.Sintoso Pujianto, Direktur RS Anna Medika, dr.Slamet Effendi, MKes didampingi dr.Kamarudin Azkar, Konselor HIV-AIDS Health & Wealth Consultant, dr.Ina Sufriana Rizal, MARS dan Ketua RW 007, Muhammad Nasir, SE.

Sedangkan para peserta yang hadir dalam penyuluhan ini yakni diantaranya, Para Ketua RT, ibu-ibu PKK dan puluhan masyarakat se-RW 007. Tampak dalam acara penyuluhan HIV/AIDS ini dihadiri pula oleh Ketua RW 023 Jakasampurna, Endiansyah.


Dalam kesempatan sambutannya, M.Nasir, SE mengatakan kegiatan ini jangan hanya dilakukan diwilayah Bekasi Barat saja. Namun supaya dapat dilaksanakan juga untuk wilayah lainnya. "Tujuan kami mendukung penyuluhan ini adalah karena ditemukannya fakta yang mengejutkan bahwa penyebaran HIV dan AIDS di Kota Bekasi periode tahun berjalan selalu meningkat dan menempati posisi yang sangat memprihatinkan. Dan parahnya lagi ibu rumah tangga merupakan urutan ketiga tertinggi penularannya,” jelas M.Nasir.

Dia berharap, melalui kegiatan itu para ibu rumah tangga bisa lebih jeli dan memperhatikan kehidupan rumah tangga mereka. “Saya berharap ke depannya para ibu rumah tangga bisa menjadi agen sosialisasi dan pembimbing bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya dilingkungan kita dalam penangulangan dan pencegahan penularan HIV-AIDS, khususnya di kalangan ibu-ibu rumah tangga,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan dr.Slamet Effendi, MKes selaku ketua panitia dan Menurut Direktur RS Anna Medika Harapan Baru ini, penyuluhan yang digagas IDI Kota Bekasi sangat banyak manfaatnya. Bahkan berdampak positif bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Dengan penyukuhan ini, mereka (para ibu rumah tangga) bisa mengetahui sejak dini seperti apa penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS. Tentunya bukannya hanya itu saja, ada juga jenis penyakit kelamin lainnya seperti Infeksi Menular Seksual (IMS),” tuturnya.

Dengan adanya kader dari penyuluhan ini, diharapkan dapat memberitahukan kepeda ibu-ibu yang lain apabila mereka ada yang terindentifikasi dini HIV dan AIDS. Jika demikian, maka penangannya akan lebih cepat dilakukan. "Penderita HIV-AIDS memerlukan dukungan semua pihak, baik itu dari dokter, keluarga, tetangga, teman maupun dari pemerintah sendiri," Tandas Effendi.

Sementara itu, dr.Sintoso Pujianto sang menggagas acara penyuluhan juga mengatakan bahwa program penyuluhan ini sejalan dengan visi misi Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi. “Program penyuluhan ini sejalan dengan visi misi pak Walikota yang ingin menciptakan masyarakat madani yang sehat. Untuk itu kami akan mendukung penuh jalannya penyuluhan ini,” ujarnya.

Menurutnya lagi, penyuluhan itu sangat bagus karena ini merupakan pengetahuan yang harus dimiliki setiap ibu-ibu yang rentan terkena HIV dan AIDS. Apalagi ibu-ibu rumah tangga merupakan urutan ketiga tertinggi dalam penularan HIV dan AIDS se- Indonesia.

“Ke depannya sebagai program UPTD Puskesmas, mungkin seluruh pegawai kecamatan Bekasi Barat akan dilakukan test IMS di Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pungkasnya.

Selanjutnya persentasi terkait HIV-AIDS disampaikan dr.Ina Sufriana Rizal, MARS yang memaparkan tentang layanan HIV-AIDS juga telah terdapat di UPTD Puskesmas. "HIV adalah kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit," terang Ina.

Ina S. Rizal menuturkan bahwa HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. "Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal dan tenang," ujarnya.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HIV-AIDS di Indonesia, sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Pulau Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS di Indonesia.

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV jika terbukti positif.

Ada beberapa tempat untuk melakukan pemeriksaan tes HIV (VCT/PITC). Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang sangat fokus untuk urusan HIV-AIDS. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian Marchindase.  (A.Zarkasih)

0 komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS
DEMOKRASI NEWS